Aktif Bantu Pelestarian Penyu, Warga Kampung di Papua Terima Bantuan Kapal

Penyu di kawasan konservasi (dok. wwf/cipto a gunawan)

Jakarta, Villagerspost.com – Warga Kampung Kampung Makimi, Kabupaten Nabire Provinsi Papua, yang tergabung dalam Kelompok Sadar Konservasi Penyu, menerima bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bantuan tersebut berupa satu unit kapal longbiat, lengkap dengan satu unit mesin tempel bertenaga 15 PK.

Bantuan kapal tersebut diserahkan KKP, karena warga selama ini aktif membantu upaya pelestarian penyu. Selain bantuan kapal, KKP juga memberikan bantuan berupa satu unit laptop, printer, lima unit pelampung, tiga unit senter kepala, dua unit aerator, dan dua unit kawat ram.

Dengan bantuan senilai total Rp94,49 juta tersebut, diharapkan, kegiatan perlindungan dan pelestarian penyu di Kampung Makimi semakin baik dalam pelaksanaannya.

Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (RL) Hendra Yusran Siry menjelaskan, pemberian bantuan ini merupakan salah satu bentuk stimulus kepada kelompok masyarakat agar lebih giat dan semangat dalam melaksanakan kegiatan konservasi. Selain itu, bantuan ini diharapkan secara tidak langsung dapat membantu menggerakkan perekonomian ditengah pandemi Covid-19.

“Di tengah keterbatasan akibat adanya pandemi Covid-19 yang melanda negara kita, segenap jajaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan harus memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat bergerak di bidang kelautan dan perikanan,” terang Hendra, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (22/7).

Pemberian bantuan ini telah melewati beberapa tahapan sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 8 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Konservasi Tahun 2021. Beberapa tahapan tersebut seperti tahapan pengusulan kelompok calon penerima bantuan, verifikasi dan penetapan kelompok penerima bantuan hingga monitoring dan evaluasi ketika bantuan telah diserahkan kepada kelompok masyarakat.

Ketua Kelompok Sadar Konservasi Penyu Makimi Antonius Yoweni menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang di berikan oleh Pemerintah melalui Loka PSPL Sorong, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Bantuan ini menjadi penyemangat untuk kami agar terus melakukan pelestarian penyu khususnya di pantai peneluran yang ada di Kampung Makimi, selain itu bantuan ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah masih memperhatikan kami sebagai kelompok masyarakat penggerak konservasi yang ada di wilayah Indonesia Timur, khususnya Provinsi Papua,” ungkap Antonius.

Kepala LPSPL Sorong Santoso Budi Widiarto menjelaskan, Kelompok Sadar Konservasi Penyu Kampung Makimi selama ini melaksanakan kegiatan konservasi penyu di Pantai Makimi, Distrik Makimi dengan salah satu kegiatannya melakukan relokasi terhadap sarang yang terancam oleh abrasi maupun predator.

“Bantuan yang di berikan seperti perahu longboat diharapkan dapat dioptimalkan pemanfaatannya untuk menunjang kegiatan kelompok melakukan pengawasan di pantai peneluran dan relokasi sarang penyu yang posisinya terancam agar lebih efektif dan efisien,” harapnya.

Santoso juga berharap agar kelompok juga terus berupaya melakukan sosialisasi pelestarian penyu kepada masyarakat luas dengan pelibatan masyarakat melalui program adopsi penyu. Dengan demikian masyarakat bisa ikut andil dalam pelestarian penyu dengan memberikan biaya sebesar Rp10 ribu untuk setiap tukik yang dilepaskan ketika berkunjung ke pantai peneluran penyu Kampung Makimi.

“Biaya yang diperoleh kemudian dikelola lagi oleh kelompok untuk keperluan operasional kegiatan kelompok,” terang Santoso.

Dia menyampaikan bahwa KKP telah menyalurkan bantuan kepada 12 kelompok masyarakat di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dalam kurun waktu 2018 hingga 2020 dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *