Alat Pelubang Mulsa Kreasi Petani Cilacap

Winarto mempresentasikan alat temuannya di ajang “Temu Karya Petani” Penas KTNA XV di Aceh (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendara)

Banda Aceh, Villagerspost.com – Usia Winarto, tidak lagi bisa disebut muda. Pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah tanggal 14 Mei 1974 itu, kini sudah berusia 43 tahun. Namun soal semangat, dia tidak bisa dikalahkan oleh orang-orang yang lebih muda. Terlebih semangatnya untuk menyumbangkan pikiran dan tenaga bagi kemajuan pertanian Indonesia.

Semangat itulah yang membuat ayah dari 2 orang anak ini berkreasi menciptakan alat pelubang mulsa. Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tumbuh dengan baik. Untuk tempat tanam, mulsa perlu dilubangi dengan ukuran tertentu.

Nah, saat ini belum banyak alat yang praktis untuk bisa membuat lubang mulsa. Di sinilah pentingnya alat temuan Winarto yang sempat dipamerkan dalam acara Pertemuan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV di Aceh, tanggal 6-11 Mei.

Alat tu dipamerkan dalam ajang “Temu Karya Petani”, ajang dimana para petani di seluruh Indonesia dapat bertukar dan melihat penemuan-penemuan yang luar biasa yang diinisiasi oleh petani sendiri. Sebagai wakil dari Kontingen Jawa Tengah, Winarto memamerkan alat ciptaannya yaitu alat pelubang mulsa.

“Saya membuat alat tersebut, terpicu oleh kondisi masyarakat, khususnya petani Indonesia membutuhkan alat-alat yang dapat membantu pekerjaan agar menghemat waktu dan menghemat tenaga kerja,” ujar Winarto.

Winarto menjelaskan cara kerja mesinpelubang mulsa hasil kreasinya (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)

Dia membuat alat tersebut bersama para anggota Kelompok Tani Mulya Tani, Desa Tamping Winarno, Kecamatan Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah pada tahun 2015 lalu. Meski sudah diujicoba dan terbukti bekerja baik, tetapi produk tersebut belum dibuat untuk khalayak umum. “Masih ada kendala soal waktu dan tenaga untuk pembuatan,” kata Winarto.

Alat buatan Winarto ini memiliki panjang 3 meter dengan diameter lingkaran roda 2,80 m, memakai tenaga dari mesin pompa air dan bisa digunakan hanya dengan 1 orang tenaga kerja. Cara kerjanya, mesin pompa air terhubung dengan roda pemutar besar untuk memutar lembaran mulsa.

“Ketika sudah diatur ukuran jarak tanam melalui roda besar, maka tinggal melubangi secara manual dan langsung terlubang secara merata,” terang Winarto.

Untuk melepaskan dari roda besar, mulsa tersebut di gulung kembali menggunakan roda kecil yang sudah di atur dapat di pasang dan lepas. “Alat ini efektif karena hanya membutuhkan tenaga kerja 1 orang dan menghemat biaya serta waktu pelubangan,” ujar Winarto berpromosi.

Laporan: Bangkit Nugroho Sylendra, Petani Muda, Anggota Gerakan Petani Nusantara Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *