Anggaran Kementan 2019 Rp21,6 Triliun, Subsidi Pupuk Rp29,5 Triliun

Distribusi pupuk bersubsidi oleh pemerintah (dok. bojonegorokab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Komisi IV DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Pertanian tahun 2019 sebesar Rp21, 6 triliun. Komisi IV juga menyetujui pagu subsidi pupuk tahun anggaran 2019 mencapai sebesar Rp29,5 triliun atau sebanyak 9,55 juta ton. Hal tersebut diputuskan dalam rapat pembahasan anggaran dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/10).

Terkait anggaran Kementan, anggaran itu bersumber dari rupiah murni sebesar Rp21,35 miliar, rupiah murni pendamping sebesar Rp60,83 miliar, pendapatan negara bukan pajak sebesar Rp164,69 miliar dan pinjaman serta hibah luar negeri sebesar Rp109,86 miliar.

“Komisi IV DPR juga menyetujui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pertanian tahun anggaran 2019 sebesar Rp1,9 triliun yang terdiri dari DAK Provinsi sebesar Rp400 miliar, dan DAK Kabupaten/Kota sebesar Rp1,5 triliun,” kata Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo.

Untuk subsidi pupuk, Komisi IV menyetujui Pagu Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2019 sebanyak 9.550.000 ton atau setara dengan Rp29,50 triliun. Dengan perincian Urea sebanyak 4.100.00 ton, SP-36 sebanyak 850.000 ton, dan ZA sebanyak 1.050.000 ton, NPK sebanyak 2.550.000 ton, serta pupuk organik sebanyak 1.000.000 ton.

“Selain itu Komisi IV DPR juga mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk segera menyelesaikan kurang bayar subsidi pupuk sebesar Rp9,81 triliun yang terdiri dari kurang bayar tahun 2015 sebesar Rp5,04 triliun, tahun 2016 sebesar Rp2,93 triliun, dan kurang bayar di tahun 2017 sebesar Rp1,83 triliun,” pungkas Edhy.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menegaskan, anggaran tersebut akan segera dicairkan. “Kita sudah sepakat, dan kami usul anggaran 2019 kita percepat. Dan bulan Januari awal, Insya Allah kita bisa mulai langsung bekerja,” kata Amran.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan sektor pertanian yang dibagi dalam 11 Eselon I baik direktorat jenderal, sekretariat jenderal, inspektorat jenderal maupun badan di lingkup Kementerian. Fokus utama masih pada pemenuhan pangan nasional, hal ini tercermin dari alokasi anggaran terbesar pada Direktorat Tanaman Pangan (Ditjen TP) yakni sebesar Rp6 triliun, sementara Diiten Prasaranana dan Sarana Pertanian (PSP) yang mengurusi Alat Mesin Pertanian (Alsintan), irigasi tersier dan lain-lain mendapat anggaran sebesar Rp4,9 triliun.

Dengan anggaran tersebut, Kementan memprioritaskan sejumlah kegiatan antara lain peningkatan produksi dan swasembada, lumbung pangan dan ekspor wilayah perbatasan, pengembangan dan produksi benih, peningkatan kesejahteraan petani, pembangunan embung, penyediaan dan perbanyakan indukan sapi, perbaikkan varietas unggul baru (vub), klaster kawasan ekonomi pertanian, hilirisasi produk pertanian, pengembangan pertanian organik, dan sinergi program lintas kementerian/lembaga.

Terkait produksi komoditas strategis, Kementan menargetkan di tahun 2019 pengembangan padi mencapai 84 juta ton, jagung 33 juta ton, kedelai 2,80 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton, bawang putih 0,079 juta ton. Selain itu, pengembangan sapi sebesar 0,57 juta ton, tebu 2,50 juta ton, kelapa 3,40 juta ton, kakao 0,96 juta ton, kopi 0,78 juta ton, dan karet 3,81 juta ton.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.