Anggota DPR: Anak Muda Jangan Tinggalkan Pertanian | Villagerspost.com

Anggota DPR: Anak Muda Jangan Tinggalkan Pertanian

Kaum ibu dan anak muda melakukan panen biji semangka di desa Anyar, Lombok Utara, NTB (dok. villagerspost.com/Deni Irawan)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IV DPR RI Kasriyah meminta agar anak-anak muda jangan meninggalkan pertanian. Dia menilai, generasi muda Indonesia semakin banyak yang menjauhi profesi sebagai petani, bahkan di kalangan mahasiswa lulusan fakultas pertanian itu sendiri. Karena itu, dia mengimbau masyarakat petani agar menjaga anak-anak mereka agar jangan bekerja di luar sektor pertanian.

“Dulu profesi petani dianggap kurang mampu dan berkubang lumpur, menyebabkan jarang sekali anak muda sekarang yang mau turun seperti itu lagi. Yang diinginkannya sekarang lulus kuliah, kerja di perusahaan besar dengan pakaian rapi, berdasi, necis dengan sepatu mengkilat,” ucap Kasriyah dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (15/11).

Kasriyah menegaskan, saat ini citra pertanian sudah berbeda dengan di masa lalu. “Dulu pertanian memakai cangkul, arit dan sebagainya, sekarang sudah muncul pertanian berbasis teknologi,” ujarnya.

Karena itu, kata politisi Fraksi PPP itu, kesan yang timbul dari pertanian saat ini juga berbeda. Sekarang alat pertanian yang ada sudah modern, teknologinya sudah bagus. Indonesia harus mempertahankan hasil pertanian yang berkualitas dan mampu mewujudkan kemandirian pangan, supaya tidak lagi melakukan impor dari luar.

“Oleh karena itu saya mendorong mahasiswa dan pemuda untuk betul-betul terjun ke bidang pertanian, sehingga ada regenerasi petani, agar sektor pertanian kita semakin maju dan mandiri. Karena menurut saya untuk memajukan bidang pertanian itu ada dua yang harus kita benahi, yaitu inovasi dan teknologi pertanian,” ujarnya.

Kasriyah mengajak para pemuda agar termotivasi menjadi petani atau penyuluh pertanian guna mengatasi masalah pertanian di daerah. Ia juga menegaskan agar jangan pernah malu untuk berprofesi sebagai petani.

Seperti halnya di Kalimantan, lanjutnya, banyak lahan pertanian yang masih kosong dan masih banyak program lahan cetak sawah yang mesti didorong agar bisa menjadi pengekspor padi. “Jika kemarin kita disuplai dari Thailand, Vietnam, sekarang ayo kita yang ekspor juga hasil pangan kita, paling tidak ke negara tetangga,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Kasriyah juga memberikan bantuan alat pertanian Combine Harvester, yang notabene teknologi pertanian terbarukan. “Fungsinya untuk memotong padi dengan proses yang cepat. Oleh sebeb itu diperlukan operator yg pandai mengoperasikan, kalau tidak tahu penggunaannya maka alatnya bisa cepat rusak,” paparnya.

Kasriyah mengatakan, saat ini sektor pertanian sangat membutuhkan regerasi Sumber Daya Manusia terdidik yang lebih baik, profesional, dan mau membangun. Sekolah pertanian di Indonesia sekarang sudah banyak, pendidikan pertanian juga sudah sesuai perkembangan zaman. Semua bisa mempelajari buku tentang pertanian di perpustakaan dan internet, tentang bagaimana cara mencegah penyakit dan menanam.

“Oleh karenanya saya mendorong para pemuda, khususnya alumnus pertanian untuk kembali giat terjun di pertanian dan betul-betul membangun pertanian Indonesia agar menjadi lebih baik lagi, mari kita benahi dan pikirkan solusinya bersama-sama. Sejalan dengan itu, kita juga mendukung salah satu program nawa cita yaitu sektor pertanian,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *