Antisipasi Kelangkaan Jagung, Kementan Bentuk Tim Khusus | Villagerspost.com

Antisipasi Kelangkaan Jagung, Kementan Bentuk Tim Khusus

Produk jagung hasil petani dalam negeri (bkpd. jabarprov.go.id)

Produk jagung hasil petani dalam negeri (bkpd. jabarprov.go.id)

 
Jakarta, Villagerspost.com – Kisruh masalah kelangkaan daging sapi dikhawatirkan juga merambat pada persoalan kelangkaan pakan ternak. Untuk itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun mengumpulkan para pengusaha dan asosiasi makanan ternak yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (19/8) kemarin.

Dalam pertemuan itu, Amran mengatakan, pemerintah bersama GMPT akan membentuk tim khusus untuk mengatasi apabila terjadi ledakan-ledakan yang dapat menimbulkan persoalan persediaan jagung dan mengganggu ketersediaan pakan ternak. “Hari ini silaturahim dengan GPMT secara kekeluargaan untuk memperlancar komunikasi. Kami yang mengundang seluruh pengusaha yang tergabung dalam GPMT. Ke depan kami akan bentuk tim khusus,” kata Mentan, seperti dikutip pertanian.go.id, Rabu (19/8).

Mentan menjelaskan tim khusus ini beranggota 4 hingga 5 orang yang terdiri dari pihak Kementerian Pertanian (Kementan), asosiasi, dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Tim khusus ini memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dan memberikan solusi terhadap seluruh persoalan yang terjadi dan memperlancar persediaan bahan makanan ternak.

“Jadi, dengan adanya tim khusus ini, komunikasi GPMT dengan Kementeran Pertanian atau pemerintah lancar dan semua sepakat terkait dengan keputusan yang dibutuhkan dalam mengatasi persoalan,” jelas Mentan

Dalam kesempatan ini, Amran menuturkan, akan terus berupaya memperhatikan para petani jagung dan meningkatkan penyerapan jagung dalam negeri. Untuk itu, impor jagung akan dikendalikan yakni impor dilakukan sesuai dengan kebutuhan industri makanan ternak dalam negeri. Dengan demikian, ketersediaan jagung dalam negeri terus terpenuhi dan harga jagung petani tetap mendapatkan harga yang menguntungkan.

“Bukan sifatnya ekspor atau tidak ekspor dan impor atau tidak impor. Kita mengendalikan sesuai kebutuhan bukan keinginan sekelompok orang. Kesepakatan ini sangat bagus, kita gandengan tangan melihat republik ini ke depan yg lebih baik,” tutur Mentan.

Dalam kesempatan itu, GPMT menyatakan, stok jagung untuk kebutuhan pakan ternak saat ini masih aman hingga dua bulan ke depan. GMPT masih memiliki stok sebesar 1,6 juta ton, sehingga tidak perlu melakukan impor. “Stok masih oke lah, satu bulan kan 800 ribu ton. Kita ada stok untuk 1,5 sampai 2 bulan ini,” kata Ketua GPMT Sudirman.

Sudirman berharap, dengan adanya pertemuan ini, tidak akan ada lagi perbedaan perhitungan kebutuhan jagung antara pemerintah dan pengusaha pakan ternak.  “Tim ini nanti bicarakan kebutuhan jagung. Nanti ada sinkronisasi, memberikan masukan pada pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang tepat. Yang kemarin-kemarin itu pelajaran buat kita, buat industri, dan buat pemerintah,” ujarnya.

Pengusaha pakan ternak, siap mendukung program swasembada jagung dalam 3 tahun yang ditetapkan pemerintah. Dukungan tersebut akan dilakukan lewat penyerapan jagung lokal sebanyak mungkin dari petani dengan harga yang menguntungkan, sehingga para petani bersemangat menanam jagung.

“Tujuan kita sama, industri pakan ternak terpenuhi kebutuhannya, target-target pemerintah juga terpenuhi, bahkan didorong oleh kebutuhan industri. Yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, para pengusaha juga menyampaikan tekadnya untuk mendukung swasembada jagung yang dicanangkan pemerintah. Para pengusaha siap menyerap produksi jagung lokal dan mendukung langkah Mentan yang telah menghentikan impor jagung sejak bulan Juli kemarin. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *