Argentina Izinkan Indonesia Investigasi HUA LI-8

Kapal HUA Li 8 dan anak buah kapal tersebut ditahan pihak TNI AL (dok. kkp.go id)
Kapal HUA Li 8 dan anak buah kapal tersebut ditahan pihak TNI AL (dok. kkp.go id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah Argentina telah memberikan otorisasi kepada Indonesia untuk menginvestigasi kapal berbendera China HUA LI-8 yang ditangkap aparat keamanan RI di Aceh, Jumat (22/4) lalu. Kapal itu sendiri sejatinya merupakan incaran interpol karena telah melakukan kegiatan illegal fishing di wilayah perairan Argentina.

Karena kapal tersebut tertangkap di Indonesia, maka pengadilan Argentina, Senin (25/4) memutuskan untuk memberikan otorisasi kepada Indonesia untuk melakukan investigasi. “Pengadilan Argentina memutuskan hal yang baru, yang lebih detail pada 25 April yang intinya adalah memberikan otorisasi kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan tidak hanya “hold” tetapi juga “investigate” atau melakukan investigasi,” kata Ketua Staf Ahli Satgas 115 Mas Achmad Santosa.

Pria yang akrab disapa Ota itu berharap, proses investigasi yang dilakukan oleh penyidik Indonesia dan Argentina dapat berlangsung dengan baik. “Dalam hal ini kita semua berharap bahwa penyidik Argentina dalam minggu ini juga sudah datang untuk bekerja secara bersama-sama dengan pihak Indonesia. Kami meminta melalui Duta Besar Argentina, Rabu ini penyidik dari mereka sudah bisa datang,” ujar Ota.

Dalam kasus ini, interpol Norwegia juga turut berpartisipasi dalam mengolah barang bukti. “Interpol Norwegia juga akan memberikan bantuan untuk mengolah barang-barang bukti yang ada agar diketahui modus dari kapal ini. Karena kapal ini jelas-jelas melanggar hukum perikanan Argentina,” tambahnya.

Mengenai ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan oleh kapal HUA LI-8 di Indonesia, Otta mengatakan, pihaknya masih mendalami persoalan ini. “Teman-teman dari Lantamal akan terus mendalami kemungkinan hukum Indonesia dilanggar atau tidak. Sebagai masyarakat dunia, kita membantu Argentina dan Interpol, tetapi untuk kepentingan penegakan hukum Indonesia kami sedang mendalami ada pelanggaran atau tidak,” tegasnya.

Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115 memang tengah menginvestigasi lebih lanjut Kapal Ikan Asing (KIA) FV HUA LI-8 berbendera China yang ditangkap oleh TNI AL di perairan Aceh, Jumat (22/4) lalu. Tim Satgas 115 datang mengunjungi tempat diamankannya kapal FV HUA LI-8 di Lantamal I Belawan, Sumatera Utara, Senin (25/4).

“Pada dasarnya, Satgas 115 datang sebagai bentuk International cooperation untuk memberantas illegal fishing,” kata Ota.

Ota menambahkan bahwa sebelumnya Tim Satgas 115 telah mendapat informasi bahwa kapal FV HUA LI-8 akan melintasi perairan Selat Malaka. “Interpol pusat memberikan info kepada Satgas 115 bahwa kapal HUA LI-8 yang telah diberikan Purple Notice melintasi perairan Indonesia. Pengejaran kemudian dilakukan oleh TNI-AL dengan 2 kapal KRI-nya,” tambahnya.

Setelah TNI-AL Indonesia berhasil mengamankan kapal FV HUA LI-8, Pemerintah Indonesia mendapat informasi bahwa kapal tersebut sedang terlibat dalam 2 perkara di Argentina. Sementara ini sudah ada 1 putusan dari pengadilan Argentina.

Sudah ada 1 putusan dari pengadilan Argentina, yang juga berisi permintaan bantuan khusus kepada pemerintah Indonesia untuk memeriksa dan menahan (search and hold). “Oleh karena itu, Satgas 115 turun ke lapangan untuk melihat kondisi fisik kapal HUA LI-8 beserta dengan dokumen-dokumen terkait kegiatan perikanannya dan menjamin perlindungan HAM bagi seluruh ABK kapal,” pungkasnya.

HUA LI-8 ditangkap oleh dua kapal TNI AL, KRI Viper-820 dan KRI Pati Unus 384 di perairan Aceh. Kapal tersebut kemudian berhasil diamankan setelah petugas melepaskan tembakan peringatan. Kapal pengangkut cumi dengan muatan 102 ton ini sebelumnya lolos dari kejaran Coast Guard Argentina karena melakukan illegal fishing dan masuk ke dalam daftar Interpol Notice Purple.

“Kapal ini sempat dikejar Coast Guard Argentina, namun berhasil melarikan diri ke perairan Uruguay,” ujar Komandan Lantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, Sabtu (23/4).

Widodo menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapat informasi dari Mabes TNI AL pada 21 April bahwa KIA FV HUA LI-8 akan melewati Selat Malaka. “Tim reaksi cepat Lantamal I langsung diperintahkan untuk melaksanakan pengejaran terhadap kapal itu,” jelas Widodo.

Sebanyak 29 Anak Buah Kapal (ABK) diamankan oleh petugas. ABK terdiri dari 25 Warga Negara Tiongkok dan 4 WNI. Satu ABK Warga Negara Tiongkok didapati terluka di bagian kaki. “Diduga ABK itu terkena tembakan saat Coast Guard Argentina melakukan pengejaran,” ujar Widodo.

Selain menjadi incaran Interpol, kapal tersebut juga diduga melakukan pelanggaran wilayah di Indonesia. Widodo menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan kapal tersebut. “Kami berkoordinasi dengan Satgas IUU Fishing terkait penanganan tindak pidana dan pelanggaran yang disangkakan,” ujar Widodo. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *