Atasi Harga Anjlok, Pemerintah Pangkas Populasi Ayam

Ilustrasi peternakan ayam potong (dok. komisi pengawas persaingan usaha)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memangkas populasi ayam, untuk mengatasi anjloknya harga ayam di pasaran. Pemangkasan akan dilakukan terhadap 10 juta telur final stock (FS) ayam pedaging setiap pekan.

“Satu-satunya jalan yang diambil pangkas di tingkat integrator, di final stock,” tuturnya ketika ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/9).

Kebijakan tersebut diambil seiring dengan harga ayam di tingkat peternak yang anjlok mencapai Rp10 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram. Ketut mengayakan, harga tersebut tidak sesuai dengan harga pokok produksi (HPP) berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, yaitu Rp 17 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram di tingkat petani.

Berdasarkan surat dari Kementan, pemangkasan dilakukan dengan memusnahkan populasi dalam bentuk telur berusia 19 hari. Dengan pemangkasan telur FS ayam pedaging ini, imbasnya adalah pasokan ayam dalam negeri tidak akan berlebih. Dengan begitu, harga ayam di tingkat peternak tidak anjlok.

Pemangkasan sendiri sebenarnya sudah dilaksanakan sejak Senin (2/9). Ketut menjelaskan, implementasi pengurangan populasi ini akan dievaluasi dalam waktu dua pekan untuk melihat efektivitas dampaknya terhadap harga di tingkat peternak.

Dari kebijakan itu, Ketut mengakui, sudah berpengaruh secara psikologis ke pasar. Artinya, kenaikan mulai terjadi meski tidak signifikan. Tapi, dampak fisik ke populasi baru terasa dalam waktu lebih dari sebulan. “Biasanya 35 hari,” ucapnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.