Atasi Kekeringan, Pemerintah Awasi Distribusi Air di Indramayu

Petani menggunakan pompa air untuk memompa air sungai untuk mengairi sawah (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqien)

Jakarta, Villagerspost.com – Kawasan lahan pertanian produktif di Kabupaten Indramayu, saat ini tengah mengalami kekeringan. Untuk mengatasinya, saat ini Pemkab Indramayu telah mengeluarkan kebijakan untuk distribusi air, yaitu berupa pengelolaan gilir giring distribusi air baku di saluran induk Cipelang terutama pada saluran induk barat untuk musim gadu (MT II) tahun 2019. Kebijakan itu adalah langkah 37, yakni 3 hari untuk BBT 14 ke hulu yang merupakan wilayah Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Cikedung, dan 7 hari BBT 14 ke hilir yang merupakan wilayah PSDA Losarang.

“Kita amankan kebijakan 37 ini, karena hari ini merupakan hari terakhir dari 3 hari untuk BBT 14 ke hulu yang merupakan wilayah PSDA Cikedung. Mulai besok seluruh pintu di BBT 14 kita tutup dan kita gelontorkan ke BBT 14 ke hilir, jika tetap stabil kita optimis air bisa sampai hilir. Pokonya air jangan sampai turun debitnya kita berharap bisa terus dinaikan dari Bendung Rentang ini,” kata Bupati Indramayu Supendi, belum lama ini.

Supendi sendiri, turun langsung mendatangi pengelola Bendung Rentang yang berada di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, pada Kamis (13/6). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi air benar-benar terlaksana dengan baik dan bisa dinikmati oleh para petani.

“Kondisi debit air terus dipertahankan atau kalau bisa ditingkatkan sampai ke level aman, sehingga air yang terdistribusi ke saluran Cipelang bisa sampai hilir dan nikmati oleh petani yang tengah krisis air,” terang Supendi.

Supendi menambahkan, saat ini pihaknya berkomitmen untuk menyelamatkan para petani yang telah tanam padi dan terancam kekeringan terutama yang berada di Kecamatan Kandanghaur, Losarang, dan Gabuswetan. Ketiga kecamatan ini merupakan daerah terjauh dari saluran Cipelang, sementara air yang ada belum bisa sampai ke tiga kecamatan tersebut.

Pada Rabu (12/6) lalu, Supendi juga mendatangi saluran induk Cipelang yang berada di Desa Jatisura. Selanjutnya Ia menyusuri saluran air tersebut yang tembus ke Desa Amis, Cikedung, Rajasinga, Plosokerep, Kendayakan, Manggungan, Rancahan, dan lainnya.

Dari setiap pintu air yang dilewatinya, Supendi menekankan untuk dilakukan pengaturan dengan sebaik mungkin. Petani yang berada di wilayah Kecamatan Cikedung diharapkan bisa menggunakan air secukupnya, dikarenakan wilayah tersebut paling dekat dengan sumber air dan terlebih dahulu mendapatkan pasokan air.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil merespons positif upaya yang dilakukan oleh Bupati Indramayu dengan cara turun langsung ke lapangan untuk melihat distribusi air untuk petani. Sebagai Ketua Tim Penanggung Jawab Upsus Pajale Provinsi Jawa Barat, Jamil sepakat bahwa lahan sawah yang telah ditanami padi harus diselematkan agar Kabupaten Indramayu tetap menjadi lumbung padi nasional untuk mendukung ketahanan pangan.

“Pokoknya kita harus selamatkan petani yang sudah menanam padi, kalau memang dibutuhkan penambahan debit karena kondisi dilapangan mengharuskan hal itu, maka kita dukung BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai.red) Citarum untuk bisa menambahkan debit air ke saluran Cipelang yang ke Indramayu,” kata Jamil saat dimintai keterangan, Jumat (14/6).

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *