Audit Sosial Pupuk Bersubsidi: Membangun Sistem Pengaduan Terpadu di Maros | Villagerspost.com

Audit Sosial Pupuk Bersubsidi: Membangun Sistem Pengaduan Terpadu di Maros

Ketua Perkumpulan Katalis Siswan berdiskusi dengan Kadis Kominfo Kabupaten Maros David terkait sistem pengaduan terpadu pupuk bersubsidi (dok. villagerspost.com/uppy supriadi)

Maros, Villagerspost.com – Salah satu temuan penting dari program audit sosial pupuk bersubsidi, khususnya di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Katalis bekerjasama dengan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dengan dukungan Oxfam, adalah terkait sistem pengaduan. Selama ini, petani atau kelompok tani tidak memiliki saluran pengaduan yang terpadu jika ada masalah terkait pupuk bersubsidi.

Inisiatif untuk mengembangkan unit pengaduan terpadu sebagai saluran pengaduan petani terkait pupuk bersubsidi pun kemudian muncul di Kabupaten Maros. Hal itu terungkap dalam diskusi yang dilakukan Direktur Perkumpulan Katalis Siswan dengan Ketua DPRD Maros H.A.S Chaidir Syam, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maros David dalam dua kesempatan terpisah, Jumat (2/2).

Dalam pertemuan itu terungkap beberapa masalah terkait mekanisme pengaduan pupuk bersubsidi. Pertama, dari hasil audit terungkap, sebanyak 95,3% responden tidak mengetahui adanya tempat pengaduan yang disiapkan pemerintah terkait pupuk bersubsidi. Kedua, selama ini pihak yang dituju oleh responden untuk menyampaikan keluhan adalah 60,6% ke ketua kelompok tani dan 18,2% ke PPL atau dinas.

“Ketiga, sebanyak 49,4% responden yang melakukan pengaduan menyatakan tidak mendapat respon dan 26,5% menyatakan jarang,” kata Siswan dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi temuan itu, Chaidir Syam mengatakan, saat ini unit pengaduan terpadu di Kabupaten Maros sementara tengah dibenahi oleh Dinas Kominfo. “Sistem nantinya disepekati menjadi tempat pengaduan bagi petani. Mengingat lagi ada masalah dalam sistem, kemungkinan pada bulan April mulai dibenahi sesuai mekanime anggaran,” kata Chaidir Syam.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Kadis Kominfo, David mengatakan, pihaknya memang tengah menindak lanjuti diskusi sebelumnya dengan Ketua DPRD Maros mengenai sistem unit aduan yang dalam kondisi pembenahan. “Kami sepakat menjadikan sms center, web dan facebook yang dikelola oleh Kominfo untuk jadi pusat pengaduan terpadu untuk selanjutnya dikirim ke unit terkait untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

David mengatakan, sistem tersebut sementara ini masih dibenahi dan dalam tempo tidak lama, mengingat dia baru dua minggu menjabat selaku Kadis Kominfo Maros. David mengatakan, sudah disepakati pula untuk membuat group WhatsApp (WA) khusus petani dan Kadis Kominfo agar aduan bisa lebih cepat demi perbaikan layanan publik.

“Ini sebuah pendekatan komunikasi human to human (H2H). Didorong pula peningkatan kepercayaan antara semua pemangku jabatan dengan masyarakat,” tegas David.

Laporan/Foto: Uppy Supriadi, anggota Perkumpulan Katalis, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *