Babak Baru Pelibatan Masyarakat Kelola TN Bunaken

Sesi pembukaan acara penandatanganan kerjasama pengelolaan area perikanan antara TN Bunaken dengan dua kelompok nelayan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Bunaken, Villagerspost.com – Rabu tanggal 29 November kemarin, menjadi sebuah babak baru dalam upaya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan Taman Nasional Bunaken. Bertempat di Kantor Balai Taman Nasional Bunaken, Kepala Balai TN Bunaken melakukan penandatanganan nota kerjasama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cahaya Tatapaan dan Kelompok Nelayan Cahaya Trans.

Lewat kerjasama itu, KSM Cahaya Tatapaan akan diberikan akses dalam melakukan pengelolaan perikanan di zona tradisional seluas 140,15 hektare yang berada di perairan Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Adapun kelompok nelayan Cahaya Trans diberikan akses dalam pengelolaan perikanan seluas 134,19 ha di perairan Poopoh, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa Selatan.

Ketua kelompok nelayan melakukan penandatanganan nota kerjasama pengelolaan area perikanan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

“Konsep pemberdayaan masyarakat melalui kerjasama dengan kelompok merupakan salah satu cara baru dalam pengelolaan kawasan konservasi,” kata Kepala Balai TN Bunaken oleh Dr. Farianna Prabandari.

Dia mengatakan, pemberian akses kepada masyarakat setempat untuk memanfaatkan sumber daya di Taman Nasional pada zona tradisional merupakan upaya pemerintah untuk pemberdayaan. “Akses setempat diberi kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya di zona tradisional dengan menggunakan aturan yang berlaku di kawasan Taman Nasional dan sesuai dengan pengetahuan ekologi/ kearifan lokal yang mereka miliki,” tambahnya.

Penandatangan perjanjian kerjasama itu sendiri dilaksanakan langsung oleh Farianna Prabandari dengan Ketua KSM Cahaya Tatapaan Djoni Sambur dan Ketua Kelompok Cahaya Trans Berce Toli. Penandatanganan perjanjian itu juga disaksikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Ir. Heri Subagiadi, M.Sc, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Lukita Awang Nistyantara, S.Hut, M.Si, beserta jajaran Eselon IV dan karyawan-karyawati Taman Nasional Bunaken. Dikesempatan itu pula kedua kelompok memamerkan produk olahan kreatifnya yaitu abon ikan, stik ikan tuna, dan keripik pisang.

Kelompok nelayan baik dari Cahaya Trans dan Cahaya Trans memamerkan produk olahan hasil laut (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Dalam sambutan dan arahan Sesditjen KSDAE Heri Subagiadi mengharapkan kerjasama ini dapat dilakukan bukan dalam jangka pendek akan tetapi terus menerus untuk jangka panjang. “Kerjasama ini adalah penguatan fungsi pelestarian di Taman Nasional Bunaken. Ajak masyarakat yang belum masuk ke kelompok, sehingga dapat menjadi teladan yang pada gilirannya dapat diikuti oleh kelompok masyarakat lainnya,” ujarnya.

Heri menegaskan, kerjasama ini adalah pembelajaran, saling mengisi, saling belajar dan bertukar informasi saling memberitahu sehingga ada keharmonisan antara lembaga pengelola dan kelompok masyarakat. “Berikan laporan tertulis di setiap tiga bulan sekali sebagai bahan feedback dan tolok ukur, kembangkan pula ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok dan masyarakat secara luas,” kata Heri.

Sementara itu, mewakili kelompok nelayan, Djoni Sambur dan Berce Toli berharap akan terus maju mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik untuk membantu melestarikan dan menjaga lingkungan di bagian selatan Taman Nasional Bunaken. “Apalagi ketergantungan terhadap sumber nafkah cukup tinggi di lokasi yang dikerjasamakan, sehingga siapa lagi yang akan memantau sumber daya tersebut bila bukan kami,” ujar Djoni. (*)

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, PEH pada Balai TN Bunaken​, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *