Balai Taman Nasional Bunaken Lakukan Pengkayaan Karang dan Bakau di Pesisir Bunaken | Villagerspost.com

Balai Taman Nasional Bunaken Lakukan Pengkayaan Karang dan Bakau di Pesisir Bunaken

Kegiatan Pengkayaan Karang dan Bakau di Taman Nasiona Bunaken. (doc. humas taman nasional bunaken)

Bunaken, Villagerspost.com – Balai Taman Nasional Bunaken, menggelar kegiatan konservasi lingkungan. Kegiatan Pengkayaan Karang dan Bakau itu dilaksanakan di Desa Wawontulap, Kecamatan Tatapan, Kabupaten Minahasa Selatan.
Desa Wawontulap merupakan wilayah pesisir yang berada di bagian selatan Taman Nasional Bunaken. Desa ini menjadi satu di antara sentra perikanan yang berpotensi dikembangkan menjadi rural village. Wawontulap berjarak sekitar 25 kilo meter dari Kota Manado.
Pengkayaan Karang dan Bakau ini digelar dalam rangka hari Bakti Rimbawan ke-35. Mengusung moto “Melalui Bhakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Kesejahteraan Rakyat”, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan, TNI, Kepolisian, pelajar, sampai aktivis konservasi lingkungan terlibat dalam gelaran ini.

Ajir rak besi yang digunakan untuk menanam bibit mangrove di Taman Nasional Bunaken. (doc. humas taman nasional bunaken)

Perhatian utama yang diusung dalam kegiatan ini adalah penyiapan bahan tanam mangrove berupa ajir yang rencananya akan ditanam sebanyak 500 bibit menggunakan sistem propagul berjarak 1 x 1 meter. Konsep ini dipilih karena sistem ini sangat mudah diterapkan di lokasi kegiatan, dan memudahkan mangrove dan terumbu karang tumbuh.
Pengkayaan karang ini diterapkan untuk propagul, atau buah mangrove yang telah mengalami perkecambahan menggunakan pendekatan transplantasi dalam media rak yang terbuat dari besi. Rak besi yang disiapkan sebanyak 5 buah dengan isi fragmen karang transplant sebanyak 175 buah.
Mangrove dan Terumbu Karang merupakan kesatuan ekosistem pesisir yang memiliki manfaat besar dalam kehidupan. Mangrove menjadi bagian penting bagi kehidupan kita, beberapa fungsi utamanya antara lain sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi, intrusi air laut, melindungi pemukiman dari terpaan gelombang dan badai, mangrove juga tempat berkembang biak berbagai satwa seperti udang, kepiting, burung serta menjadi bagian edukasi wisata, bahkan paling penting adalah zat hijau daun tanaman mangrove penyerap karbon CO2 sehingga memitigasi perubahan iklim.
Terumbu karang juga berfungsi sebagai habitat satwa, biota, dan aneka jenis ikan sebagai ekosistem unik yang membutuhkan waktu berjuta tahun untuk terbentuk secara utuh dan indah.

Editor: Rizaldi Abror

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *