Bambu, Pengendali Erosi Ramah Lingkungan

Tanaman bambu di sepanjang DAS Ciliwung (villagerspost.com/rizaldi abror)

Jakarta, Villagerspost.com – Peneliti Balitek DAS Solo Dr. Agung Budi Supangat mengatakan, bambu merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan. Salah satu manfaat penting bambu adalah dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan pengendali erosi jurang yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam mengendalikan erosi jurang kecil.

“Erosi jurang yang notabene merupakan bagian dari morphoerosi seyogyanya ditangani sejak dini ketika masih berbentuk alur/parit,” kata Agung, saat memberikan arahan dan pembekalan kepada masyarakat di Kabupaten Wonogiri, belum lama ini.

Dia menjelaskan, permasalahan yang seringkali muncul adalah sebagian besar erosi jurang terjadi di lahan pertanian dan juga biasanya berkembang di batas-batas kepemilikan. “Erosi jurang ini awalnya berupa saluran air yang karena tidak ada pemiliknya akhirnya tidak terurus, kian lama tergerus air kian lebar dan dalam, berkembang dari alur, parit sampai jadi jurang,” paparnya.

Menurut Agung, umumnya jurang-jurang yang terbentuk tersebut, lokasinya terletak jauh dari jalan. Bahkan ada beberapa yang tidak terjangkau, sehingga sering terlewat dari kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lindung (RHL).

Kondisi ini menyebabkan terkendalanya pembangunan pengendalian erosi jurang. Selain terkendali lokasi, terbatasnya anggaran untuk bahan material dan upah buruh harian yang variatif juga mempersulit pelaksanaan pembangunan pengendalian erosi jurang.

“Perlu kiranya masyarakat petani dibekali keterampilan untuk menanggulangi potensi terjadinya jurang, sejak dini. Diawali pembekalan pentingnya jenis KTA (Konservasi Tanah dan Air) ini, selanjutnya agar mereka dapat melakukannya secara mandiri atau kelompok, swadaya dan swadana,” tegas Agung.

Agung menyarankan bahwa dalam pengendalian erosi jurang tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan bahan lokal seperti bambu atau turus kayu. Selain mudah diperoleh, biayanya juga murah dan efektif dalam pengendalian erosi kecil.

“Harapannya, jika potensi jurang dikendalikan sejak dini oleh pemilik lahan, bahkan tanpa menunggu proyek/bantuan pemerintah, ke depan tidak akan lagi terbentuk jurang-jurang yang sampai menganga lebar dan dalam,” kata Agung.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *