Banjir Jangan Jadi Alasan Impor Pangan | Villagerspost.com

Banjir Jangan Jadi Alasan Impor Pangan

Sawah terendam banjir di Bantul, Yogyakarta (dok. pemkab bantul)

Sawah terendam banjir di Bantul, Yogyakarta (dok. pemkab bantul)

Jakarta, Villagerspost.com – Komisi IV DPR meminta kepada pemerintah agar tidak menjadikan bencana banjir sebagai alasan untuk melakukan impor pangan. Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi IV Edhy Prabowo dalam rapat dengar pendapat dengan para pejabat Eselon I Kementerian Pertanian.

“Jangan sampai karena persoalan banjir, dijadikan alasan bagi pemerintah untuk melakukan impor. Kami tahu domain impor itu dilakukan oleh Kementerian Perdagangan, tetapi rekomendasinya ada pada Kementerian Pertanian,” kata Edhy, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11).

Dia mengaku khawatir banjir jadi alasan impor karena belum melihat langkah-langkah, strategis penanganan banjir oleh Kementan, seperti yang dipaparkan Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Karena itu, Edhy mengingatkan agar Kementan tak sembarangan memberi rekomendasi impor pangan. Dia menegaskan, impor bisa dilakukan jika ternyata barang yang akan di impor itu tidak terdapat di dalam negeri.

“Kalau barang yang akan di impor masih ada di dalam negeri, kita masih bisa menahan, tetapi kalau memang tidak ada, maka kita juga akan salah kalau bersikap menahan impor. Harus ada langkah antisipasi dalam mengatasi masalah ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan, banjir tidak akan mempengaruhi ketersediaan pangan dalam negeri, karena dari pengalaman selama 20 tahun, banjir akan merusak antara 100 ribu-200 ribu hektare lahan sawah. “Banjir tidak masalah karena luas tanam mencapai lebih dari 1 juta hektare,” kata Amran.

Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan program asuransi lahan bagi petani yang terkena banjir. “Kita mempersiapkan asuransi lahan 1 juta hektare seluruh Indonesia,” terang Amran.

Terkait harga pangan, Amran mengatakan harga beras saat ini sudah turun 28% sehingga pemerintah tak melakukan impor beras, bahkan tengah bersiap melakikan ekspor. “Tahun ini kita bersiap untuk ekspor, tidak boleh impor,” pungkas Amran. (*)

Ikuti informasi terkait impor pangan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *