Banyuwangi Kembangkan Akuakultur Ramah Lingkungan

Acara peluncuran program ”
Program Pengembangan Akuakultur Ramah Lingkungan dan Berbasiskan Daya Dukung Lahan Bentang Alam ” di Banyuwangi, Senin (17/6) (dok. conservation international)

Jakarta, Villagerspost.com – Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur akan segera mengembangkan program budidaya udang jenis vaname atau udang kaki putih, dengan metode akuakultur yang ramah lingkungan. Akuakultur ramah lingkungan adalah akuakultur yang memakai perencanaan tata ruang dan zonasi, memperhatikan daya dukung badan air dan adanya wilayah pengelolaan akuakultur.

Untuk mengawali program tersebut, pada hari Senin, 17 Juni 2019 telah dilakukan peluncuran “Program Pengembangan Akuakultur Ramah Lingkungan dan Berbasiskan Daya Dukung Lahan Bentang Alam”. Acara yang digelar di Hotel Dialoog, Banyuwangi, itu dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Direktur Program Kelautan Conservation International (CI) Indonesia Victor Nikijuluw mengatakan, akuakultur ramah lingkungan juga harus mempertimbangkan tiga aspek yaitu ekologis, sosio-ekonomi dan risiko serta masalah. “Termasuk di dalam progam ini adalah menyelesaikan konflik tumpang tindih lahan tambak dengan sector lain, manajemen penyakit, peningkatan kualitas air,” ujarnya.

Victor memaparkan, alasan pemilihan Banyuwangi sebagai proyek percontohan selama dua tahun kedepan, adalah karena kualitas airnya masih bagus. “Dan sudah dikenal sebagai penghasil ikan cukup besar di Indonesia,” tambahnya.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas juga menyampaikan, perekonomian Banyuwangi bukan semata uang, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat, udara yang nyaman, dan air yang bersih. “Budidaya perairan dibutuhkan untuk mendorong peningkatan PRDB Banyuwangi tetapi yang paling penting bagaimana menciptakan lapangan kerja yang cukup dan menjaga lingkungan tetap sehat,” tegasnya.

Selain sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat perikanan tangkap dan budidaya di Indonesia, belakangan Kabupaten Banyuwangi berkembang menjadi destinasi wisata yang diperhitungkan di Indonesia. Antara lain dengan selancar di Pantai Plengkung alias G-Land yang terkenal di dunia, Taman Nasional Alas Purwo, pendakian ke Gunung Raung, dan lain-lain.

Ini pula sebabnya Bupati Banyuwangi ingin agar program ini bisa dipadukan dengan pariwisata yaitu Pariwisata Akuakultur, dimana orang yang dating dapat menikmati menangkap udang, belajar tentang budidaya perairan, bahkan memasak dan menyantap udang langsung di area budidaya. Program akuakultur yang dirintis oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ini didukung oleh beberapa LSM sebagai mitra antara lain CI Indonesia dan Walton Family Foundation.

Para mitra ini bertanggung jawab dalam penataan budidaya, teknik budidaya, pengembangan kapasitas petani lokal termasuk ekonomi kreatifnya. Proyek percontohan di Banyuwangi ini merupakan yang pertama di Indonesia, sebagai upaya beberapa LSM lingkungan internasional untuk menerapkan praktik terbaik dalam manajemen akuakultur.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *