Bappenas Dorong Dana Desa untuk Membangun Perpustakaan

Ilustrasi perpustakaan (dok. perpustakaan nasional)

Jakarta, Villagerspost.com – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong agar dana desa bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Di antaranya melalui pembangunan perpustakaan di desa-desa.

“Pemerintah mendorong pemanfaatan dana desa untuk pengembangan perpustakaan-perpustakaan desa,” kata Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas Amich Alhumami, dalam paparannya pada rapat persiapan Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 di Jakarta Kamis (18/3).

Amich mengatakan, alokasi dana desa setiap tahunnya cukup besar. Tahun ini dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat mencapai Rp72 triliun. Karenanya, dana sebesar itu sangat sayang jika tidak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat desa.

Dia menjelaskan, pemaknaan terhadap literasi saat ini cukup luas. Literasi kini mencakup kemampuan mengakses dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi. Kemudian dapat ditransformasikan ke dalam kegiatan-kegiatan yang produktif dan memiliki manfaat ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

Amich menuturkan Bappenas membuat terobosan untuk literasi. Di antaranya adalah kebijakan dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan umum di daerah.

Melalui dana desa, juga bisa digunakan untuk memperluas kegiatan pembudayaan gemar membaca. Khususnya di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Program tersebut digelar dengan melibatkan para pegiat literasi di daerah.

“Termasuk pustakawan sebagai aktor penting mewujudkan tema (rakornas, Red) ini,” pungkasnya.

Kepala Perpusnas Syarif Bando mengatakan tema yang diangkat dalam Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 adalah Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dan Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural. Syarif mengatakan, literasi sebagai kunci untuk berdaya saing.

“Saya ingin memastikan sisi hulu dapat berperan optimal memastikan ketersediaan atau pemenuhan kebutuhan bahan bacaan bagi 270 juta penduduk Indonesia,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.