Beatrix Rika: Perempuan Petani, Perempuan Peneliti

Mama Beatrix memperhatikan bulir padi hasil persilangan (dok. oxfam)
Mama Beatrix memperhatikan bulir padi hasil persilangan (dok. oxfam)

Jakarta, Villagerspost.com – Beatrix Rika atau biasa disapa Mama Beatrix, bukanlah perempuan petani biasa. Dia juga adalah seorang peneliti yang rajin melakukan berbagai penelitian seperti kaji banding teknologi, kaji terap dan kawin silang untuk mendapatkan benih padi lokal unggul. Mama Beatrix menekuni dunia pertanian sejak masih muda dengan mengelolah lahan sawah yang dimilikinya dengan menanami tanaman pangan seperti padi, jagung serta hortikutura, sambil aktif sebagai kader posyandu.

Mama Beatrix adalah anggota kelompok tani Lowo Lo’o dan menjadi kader tani yang berperan mendampingi dan memotifasi 5 kelompok tani di wilayahnya dengan jumlah anggota 75 orang (55 perempuan. 25 laki-laki). Kegiatan ini merupakan aksi sukarela dari kader tani. Saat ini beatrix meneliti pengembangan jenis padi lokal alias kawin silang padi lokal. Berkat ketekunannya ia telah berhasil sampai pada tahap F2 untuk jenis padi hasil persilangan.

Mama Beatrix dan tanaman padi hasil penelitiannya (dok. oxfam)
Mama Beatrix dan tanaman padi hasil penelitiannya (dok. oxfam)

Selain itu, Beatrix Rika juga seorang fasilitator kader posyandu untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bagi ibu dan anak. Sebelumnya, ia aktif sebagai anggota BPD Desa Bhera Kecamatan Mego. Ada juga hasil karyanya lainnya yaitu pengolahan hasil keripik pisang yang dijual ditingkat kelompok dan dipasarkan ke kios-kios di Kabupaten Sikka.

Mama Beatrix menyukuri berbagai keberhasilan yang sudah dia raih. Dia berjanji akan terus berupaya menjadi contoh bagi teman-teman petani lainnya. “Semoga saya bisa menjadi lebih baik. Prestasi ini saya raih setelah melewati cerita-cerita pahit,” ujarnya.

Memang banyak tantangan yang ditempuh Beatrix dalam upayanya mewujudkan kemandirian pangan di kampungnya. “Saya pernah disebut gila. Namun berkat kerja keras dan komitmen saya, dukungan WTM (Wahana Tani Mandiri-red) dan kelompok tani, saya boleh diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengenang prestasi ini seumur hidupku,” ujarnya.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *