Belajar Kelola Wisata Alam, Anggota DPRD Purbalingga Kunjungi TN Bunaken

Anggota DPRD Purbalingga menerima kenang kenangan dari pihak TN Bunaken (dok. taman nasional bunaken)

Bunaken, Villagerspost.com – Sejumlah 22 orang Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah dengan dua orang pendamping dan tujuh orang Sekretariat DPRD bertandang ke Taman Nasional Bunaken, Selasa (24/4). Kehadiran para anggota DPRD Purbalingga ke Tn Bunaken itu adalah adalah dalam rangka melakukan studi banding tentang pengelolaan wisata alam.

Perwakilan dari para anggota DPRD Purbalingga H. Adiyuwono, SH dalam sambutannya mengatakan, di Kabupaten Purbalingga, terdapat banyak potensi wisata alam untuk dikelola.Antara lain Pubalingga memiliki kawasan Gunung Slamet, Goa Lawa, Agrowisata Serang, Gunung Lompong, Wisata Air Congot, dan wisata Budaya Monumen Tempat Lahir Sudirman.

“Ada juga Monumen Usman Janatin, kemudian wisata buatan seperti Sanggaluri Park, Kolam Renang Tirta Asri dan sebagainya,” kata Adiyuwono.

Karena itulah, kata dia, studi banding ke Balai Taman Nasional Bunaken dilaksanakan. “Ini dalam rangka untuk belajar agar bagaimana industri pariwisata di Purbalingga dapat dioptimalkan karena majunya industri pariwisata suatu daerah tergantung pada jumlah wisatawan yang datang, sehingga industri pariwisata di Kabupaten Purbalingga dapat berkembang baik,” tambahnya.

Menanggapi keinginan itu, Kepala Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si mengatakan, pengelolaan Taman Nasional Bunaken sebagai kawasan konservasi, pilar utamanya adalah Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan. Adapun untuk TN Bunaken pilar pemanfaatan merupakan yang utama.

“Promosi selama ini dilakukan oleh banyak pihak baik dari Kementerian LHK dengan slogan Ayo Ke Taman Nasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam Visit North Sulawesi, dan para dive center serta usaha jasa wisata lainnnya,” kata Farianna.

“Kami mengutamakan wisatawan yang berkualitas, untuk tetap menjaga kelestarian kawasan. Kita harus mendukung program Pemerintah Daerah dalam mengembangkan wisata di Sulawesi Utara, tetapi untuk kualitas lingkungan juga harus terjaga,” tambah Farianna.

Dengan demikian, kata dia, wisatawan terkesan dan akan kembali lagi diwaktu mendatang. “Wisatawan ke Bunaken harus benar-benar yang memiliki minat khusus, dan bersedia memelihara alam. Kita harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung kawasan,” tutur Farianna.

Dalam kunjungan studi banding tersebut selain mengunjungi Pulau Bunaken juga dilakukan presentasi pengelolaan kawasan di kantor Balai Taman Nasional Bunaken yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Nikolas Loli.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *