Bendungan Rotiklot: Tonggak Pembangunan Pertanian NTT

Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembangunan bendungan Raknamo di NTT (dok. pu.go.id)
Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembangunan bendungan Raknamo di NTT (dok. pu.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo hari ini, Senin (28/12) meresmikan pembangunan bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Bendungan Rotiklot diharapkan dapat memenuhi kebutuhan irigasi hingga 139 hektare lahan pertanian padi dan 500 hektare lahan palawija.

Bendungan seluas 86 hektare ini juga diharapkan mampu menjawab pemenuhan air bersih dan pembangkit listrik di NTT. Pembangunan bendungan itu sendiri diharapkan selesai pada tahun 2018 mendatang. Pada saat itu, bendungan yang lokasinya berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste, mulai berfungsi penuh.

Dalam sambutan di acara ground breaking pembangunan bendungan itu, Presiden Jokowi mengatakan, kedaulatan pangan hanya akan dapat diraih bila kita mendirikan lumbung-lumbung pangan. “Lumbung-lumbung pangan kuncinya hanya satu ada air. Air itu akan ada jika ada bendungan dan waduk,” ujar Presiden dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (28/12).

Jokowi berharap dengan adanya bendungan berdaya tampung air sebesar 2,9 juta m3, diharapkan Bendungan Rotiklot dapat memenuhi kebutuhan irigasi, kelistrikan dan air bersih di NTT. “Karena di NTT, listriknya masih sangat kurang, sangat jauh dari cukup,” tegasnya.

Bendungan Rotiklot merupakan bendungan kedua yang dibangun di NTT. Pada 20 Desember 2014, Presiden Jokowi juga meletakkan batu pertama pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang. Secara total pemerintah berencana membangun 7 bendungan di NTT.

Pada tahun 2016 masih akan dibangun Bendungan Napungete di Kabupaten Sikka, Flores. Selanjutnya, menyusul Bendungan Lambo di Mbay Kabupaten Nagekeo, Bendungan Menikin di Kabupaten Kupang, Bendungan Temef di Timor Tengah Selatan dan Bendungan Kolhua di Kota Kupang.

Jokowi mengatakan, pembangunan di kawasan Indonesia Timur ini merupakan perwujudan dari komitmen yang telah tertuang di dalam Nawacita. Pasangan Jokowi–Jusuf Kalla dalam masa kampanye pilpres berkomitmen melakukan pemerataan pembangunan antar wilayah, antara Jawa dengan luar Jawa, antara wilayah Indonesia Barat dengan wilayah Timur Indonesia, antara Kota dengan Desa.

“Terkait dengan pembangunan pertanian, pemerintah pun telah berkomitmen untuk menjalankan pendekatan secara komprehensif,” ujar Jokowi.

Ini dimulai dari penanggulangan kemiskinan petani dan peningkatan kemampuan petani, reforma agraria, hingga pembangunan infrastruktur seperti irigasi, bendungan, sarana jalan dan transportasi serta pasar dan kelembagaan pasar secara merata.

Presiden berharap pembangunan bendungan Rotiklot ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Desa Fatuketi. Selama ini para petani di Desa Fatuketi hanya mengandalkan air hujan untuk pengairan sawahnya. asil panennya hanya dapat dimanfaatkan sekali dalam setahun.

“Setelah berfungsinya Bendungan Rotiklot, petani bisa menanam hingga dua kali dalam setahun,” kata Jokowi.

Kekeringan adalah situasi yang sudah biasa dihadapi oleh warga di wilayah ini. Pada musim kemarau, warga Desa Fatuketi dan desa-desa sekitarnya pergi menuju ke sungai untuk mendapatkan air dari sumur buatan. Ada yang memiliki sumur untuk air minum, tapi pada saat kekeringan, tak ada air yang bisa didapatkan. Mereka harus menunggu hingga musim kemarau berlalu.

Dalam situasi yang demikian, usaha pertanian tak bisa diharapkan untuk meningkatkan produktivitas. Masyarakat bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Ini merupakan situasi yang bukan hanya dihadapi oleh warga Desa Fatuketi, tapi masyarakat di NTT secara umum,” urai Presiden.

Dalam hitungan warga setempat, diperlukan sedikitnya 4.500 embung dan puluhan waduk untuk mengatasi persoalan kebutuhan air di NTT. Namun, nyatanya hanya sekitar 500-an embung yang ada, dan itupun cuma sekitar 300-an yang masih berfungsi.

Karena itulah, pemerintah akhirnya memutuskan untuk membangun bendunganm, salah satunya bendungan Rotiklot. Jokowi berharap pembangunan ini menjadi tonggak pembangunan pertanian di NTT. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *