Beras Organik Krayan, Beras Khas Nunukan yang Nyaris Diklaim Malaysia

Beras Krayan dalam kemasan praktis (dok. dinas pertanian nunukan)

Jakarta, Villagerspost.com – Nama beras organik Adan atau Krayan, memang sangat jarang dikenal publik di Indonesia. Padahal, beras khas yang memang dibudidaya secara organik secara turun temurun oleh petani di wilayah Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara ini, nyaris diklaim oleh Malaysia sebagai milik mereka. Malaysia mengklaim beras tersebut adalah produksi Bario, Serawak, Malaysia.

Untungnya, sejak tahun 2012 lalu, beras organik yang ditanam di wilayah desa Krayan ini, sudah diberikan hak paten oleh pemerintah. Anggota Komisi IV DPR RI Kasriyah, yang baru-baru ini mengunjungi wilayah tersebut mengatakan, beras Krayan memang beda dengan beras-beras yang lain.

“Beras ini baru satu-satunya, saya belum melihat kualitas beras lain yang seperti beras Krayan, karena berasnya harum dan tidak cepat basi. Beras Krayan ini hanya ada di Nunukan,” kata Kasriyah dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (9/11).

Kasriyah memaparkan, banyak kalangan pejabat yang sudah merasakan beras Krayan itu. Menurutnya, ke depan Provinsi Kaltara akan mempunyai ikon tersendiri, karena Provinsi Kalimantan Utara mampu menghasilkan beras yang baik dan tidak mengandung bahan pengawet.

“Saya berharap nantinya beras Krayan tidak hanya beredar di Indonesia, tetapi kalau bisa kita juga mengekspornya ke luar negeri,” ujarnya.

Sistem pertanian yang digunakan untuk menghasilkan beras Krayan memang unik. Sejak zaman dahulu, secara turun temurun, pola pertanian dipakai membudidaya beras Krayan, adalah pola yang sesuai budaya masyarakat Krayan, yaitu secara organik.

Sebagaimana masyarakat budaya yang tak lepas dari sistem kearifan lokal yang bertumpu pada keadaan siklus alam dan pola ramah lingkungan, masyarakat Krayan menanam padi di atas lahan sawah tradisional. Kondisi alam diantara lembah dan ngarai membuat beras Krayan berbeda dengan daerah lain.
.
Karena ditanam pada bentang alam antara lembah dan ngarai, maka lahan beras Krayan selalu dialiri air mengalir sepanjang tahun. Masyarakat pun menggunakan pupuk organik yaitu pupuk dari kotoran kerbau.

Beras ini terdiri dari berbagai jenis. Untuk beras putih ada 4 jenis, beras merah ada 2 jenis dan beras hitam 1 jenis. Untuk masyarakat Nunukan, yang paling dicari beras merah. Sedangkan untuk warga Malaysia, yang paling dicari adalah beras putih.

Kondisi alam yang susah, menyebabkan beras paling banyak dijual ke Malaysia. Dalam 1 kali masa panen, sedikitnya bisa menghasilkan 9 ton dari 3 ribu hektar sawah. Perkilonya dijual senilai RM39 untuk Malaysia, sedangkan untuk wilayah lokal Kalimantan dijual senilai Rp25 ribu/kg.

Wilayah Krayan tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Wilayah tersebut termasuk sulit dijangkau karena hanya bisa ditempuh melalui jalan udara dari Kabupaten Nunukan atau Tarakan. Tidak hanya itu, wilayah ini juga tidak bisa akses melalui jalan darat atau sungai. Karena itu wajar jika masyarakat lebih suka menjualnya ke wilayah Malaysia. tak heran pula jika Malaysia kemudian latah mengklaim beras asli Indonesia ini sebagai miliknya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *