Berdayakan Masyarakat Sekitar TN Gunung Merapi Dengan Bawang dan Kopi

Ilustrasi tanaman bawang merah (villagerspost.com/sudargo)

Jakarta, Villagerspost.com – Upaya untuk membantu memberdayakan perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar taman nasional, terus dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) melalui pihak balai taman nasional. Salah satunya adalah di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Bentuk upaya pemberdayaan yang dilaksanakan di TNGM adalah mengembangkan budidaya tanaman bawang dengan produk akhir berupa bawang goreng oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Serba Usaha Merapi I, dari Desa Wonodoyo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Kelompok ini merupakan kelompok binaan Balai TNGM sejak Tahun 2008.

“Corona tidak menurunkan semangat kami untuk mempertahankan roda perekonomian, kami tetap memproduksi bawang goreng dengan pendapatan yang tidak berubah,” ujar Ketua Kelompok Serba Usaha Merapi I Sumardi, belum lama ini.

Sumardi mengatakan, pandemi Covid-19 tidak banyak membawa pengaruh pada harga produk mereka. Hasil bawang goreng yang yang mereka produksi bisa dijual seharga Rp75.000/kg dan itu mampu mencukupi kebutuhan ekonomi harian masyarakat terutama di saat pandemi ini.

Selain usaha bawang, Balai TNGM juga ikut membantu perekonomian petani kopi lereng Merapi. Salah satu mitra konservasi Balai TNGM Nyono Wahyono, juga mendapatkan bantuan untuk mengembangkan usaha budidaya kopi Merapi jenis arabika. Dari desa tertinggi di lereng Merapi sisi Timur, yaitu Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Nyono Wahyono membudidayakan dan menjual kopi arabika merapi dalam bentuk green bean seharga Rp.120.000/kg.

Usaha kopi ini digelutinya berbekal tanaman kopi arabika warisan turun temurun leluhurnya yang dibudidayakan di daerah penyangga TNGM. “KTH Serba Usaha Merapi I yang berada di Desa Wonodoyo serta Nyono Wahyono yang merupakan salah satu penggiat konservasi di Desa Sidorejo (Deles Indah) merupakan masyarakat desa penyangga TN Gunung Merapi. Keduanya patut dibantu agar tetap berdaya dan produktif di masa Pandemi ini,” Kepala Balai TNGM ujar Pujiati.

Pujiati juga menegaskan, bawang serta kopi arabika Merapi hasil dari masyarakat tersebut merupakan komoditas yang tidak merusak hutan karena ditanam di lahan perkebunan yang mereka miliki. Dua komoditas ini diketahui juga mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan.

Kopi arabika merapi dan bawang goreng dapat meningkatkan imun tubuh yang diperlukan untuk melawan virus Covid-19. “Upaya ini juga dalam rangka agar masyarakat tetap produktif, mempunyai ketahanan pangan dari rumah masing-masing, untuk bersama-sama menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Pujiati.

Melalui program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk diversifikasi produk seperti bawang goreng dan kopi arabika Merapi, maupun bentuk kemitraan konservasi dengan pemberian akses pengambilan rumput di zona tradisional, TNGM berupaya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. “Upaya ini ternyata dapat mempertahankan perekonomian masyarakat sekitar kawasan TNGM, sehingga masyarakat sejahtera, kawasan hutan tetap dapat terjaga dengan baik,” pungkas Pujiati.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.