Beri Izin Pinjam Lahan Perhutani, Jokowi Minta Petani Maksimalkan

Presiden Joko Widodo saat melaksanakan program perhutanan sosial di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (dok. presidenri.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo menyerahkan Surat Izin Penggunaan lahan Perhutani seluas 2.000 hektare (ha) kepada petani di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggi, Jawa Timur, Kamis (2/11). Penyerahan izin ini merupakan bagian dari program perhutanan sosial untuk pemerataan ekonomi.

Surat izin yang diserahkan Jokowi adalah SK Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHS) dan SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK). Izin pemanfaatan lahan seluas 2.624 hektare tersebut akan diberikan kepada 1.496 kepala keluarga.

Dengan pemberian surat izin itu, para petani diharapkan bisa memanfaatkan lahan milik Perhutani dengan sistem pinjam pakai selama 35 tahun, dan tidak menutup kemungkinan lahan tersebut akan dipinjamkan kembali oleh Perhutani 35 tahun ke depan. Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan kepada para petani agar lahan yang sudah dipinjamkan, bisa dimaksimalkan, dan jangan sampai disia-siakan.

“Ini kan sudah jelas. Lahan yang bisa dikerjakan kan tahu. Ya mudah-mudahan dengan adanya ini bisa lebih baik. Silahkan mau ditanami apa saja, tidak apa-apa, asalkan menghasilkan dan menguntungkan,” pesan Jokowi.

Jokowi mengingatkan kepada petani untuk tidak menyalahgunakan lahan yang sudah dibagikan dengan sistem pinjam pakai ini. Ia mengingatkan perlunya mensyukuri bagian lahan yang sudah diterimanya. “Kalau sudah dapat 2 hektare ya harus bersyukur, saya saja belum punya lahan 2 hektare. Yang penting harus dimaksimalkan lahan ini, betul-betul dibuat usaha,” ujarnya.

Selain support dalam bentuk lahan, menurut Jokowi, pemerintah juga akan memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan. Artinya, akan ada pihak yang mendampingi para petani untuk mewujudkan pertanian yang sehat dan menguntungkan. Ia menyebutkan, Bank BNI sudah siap memberikan pinjaman modal bagi para petani yang kekurangan modal melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat).

“Silakan pinjam modal, sudah ada kebijakan dari BNI. Petani akan mendapatkan modal tambahan melalui SK ini. Tapi ingat, jangan disalahgunakan. Kalau pinjam Rp30 juta, ya semuanya buat modal. Jangan Rp15 juta buat beli mobil, sisanya modal. itu salah,” kata Presiden Jokowi.

Jokowi meminta, agar yang mau meminjam dana di bank dikalkulasi terlebih dahulu. “Jangan asal pinjam modal tanpa memperhitungkan cicilan bulanannya,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.