Berkinerja Baik, Satgas 115 Anti Illegal Fishing Diperkuat | Villagerspost.com

Berkinerja Baik, Satgas 115 Anti Illegal Fishing Diperkuat

Jajaran kapal patroli milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal atau dikenal dengan nama Satgas 115 Anti Illegal Fishing dinilai telah menunjukkan kinerja yang sangat positif. Karena itu, Satgas 115 akan diperkuat. Demikian dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, saat memimpin rapat koordinasi awal Satgas 115.

“Presiden telah memberikan arahan agar Satgas 115 ini diperkuat dan menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan illegal fishing di Indonesia baik yang berskala nasional maupun melibatkan jaringan internasional,” ujar Edhy, di Jakarta, Rabu (20/5).

Dalam rakor tersebut, Edhy menekankan paradigma baru Satgas 115. Pertama, Satgas didorong melaksanakan fungsi koordinasi dan sinergi dalam pemberantasan illegal fishing. Dia berharap agar jangan sampai kehadiran Satgas 115 mengurangi atau bahkan menghilangkan kinerja lembaga yang telah ada sebelumnya. “Perkuat dengan SOP dalam tataran operasionalnya,” tegasnya.

Kedua, penguatan fungsi masing-masing instansi dalam pemberantasan illegal fishing. Melalui semangat ini, Menteri Edhy meminta segenap unsur Satgas 115 agar melihat potensi dan mengintegrasikan kekuatan yang dimiliki masing-masing, sehingga menjadi sebuah keterpaduan langkah yang akan menjadi kekuatan luar biasa dalam pemberantasan illegal fishing.

“Kedepan saya mengharapkan Satgas 115 dapat membuat teroboson-terobosan baru dalam penanganan illegal fishing. Manfaatkan teknologi terkini agar dapat berjalan ekfektif dan efisien, mampu menimbulkan efek jera bagi pelaku illegal fishing, serta mampu mengembalikan kerugian negara yang diakibatkan oleh illegal fishing,” paparnya.

Rapat Koordinasi Awal Satgas 115 ini dilaksanakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas 115 serta unsur-unsur Satgas 115 dari KKP, TNI AL, Bakamla, Kejaksaan Agung, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Kantor Staf Presiden, Akademisi dan Ahli Kelautan dan Perikanan. “Dengan semakin banyak unsur yang bergabung dalam Satgas 115, kami berharap akan semakin memperkuat kita dalam langkah-langkah pemberantasan illegal fishing di Indonesia,” tegas Edhy.

Satgas 115 sendiri terus bekerja melaksanakan pengamanan dan menjaga kedaulatan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) meski di tengah masa pandemi Covid-19 dan bulan puasa ini. Bahkan, menjelang momen lebaran idul fitri, Kapal Pengawas Perikanan KKP kembali melakukan penangkapan terhadap 2 Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal di WPP-NRI 711 Laut Natuna Utara pada Rabu (20/5).

“Tepat di hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2020, Kami mengkonfirmasi penangkapan 2 KIA berbendera Vietnam di laut Natuna Utara,” jelas Edhy Prabowo.

Edhy menjelaskan Kapal Pengawas Ditjen PSDKP-KKP tidak pernah kendor dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan di WPP-NRI. Bahkan di saat momen mendekati lebaran pun, Kapal Pengawas Ditjen PSDKP-KKP masih melaksanakan patroli pengawasan untuk memastikan bahwa sumber daya kelautan dan perikanan tidak dijarah oleh para pelaku illegal fishing.

“Awak Kapal Pengawas Ditjen PSDKP-KKP sampai saat ini masih melakukan patroli pengawasan di laut untuk memastikan bahwa tidak ada satu ruang pun untuk para pencuri ikan di laut kita,” ujar Edhy.

Lebih lanjut Edhy merinci bahwa dua kapal ikan asing (KIA) tersebut dilumpuhkan oleh KP. ORCA 03 yang dinakhodai oleh Capt. Mohammad Ma’ruf. Berdasarkan proses Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan (HENRIKHAN) yang sudah dilakukan. Kedua KIA itu adalah KG 94094 TS dan KG 90746 TS. Bersama dua KIA tersebut turut diamankan 22 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam.

“Berdasarkan hasil HENRIKHAN, kapal-kapal tersebut beserta seluruh awak kapalnya akan diproses lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan di Pangkalan PSDKP Batam,” jelas Edhy.

Penangkapan tersebut menurut Edhy tidak lepas dari respons cepat jajaran Ditjen PSDKP yang memang sudah melakukan pendeteksian awal kehadiran kapal-kapal illegal tersebut di Laut Natuna Utara. “Terima kasih kepada Dirjen PSDKP dan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada yang memberikan respon cepat dan segera memerintahkan kapal untuk melakukan pelumpuhan setelah mendeteksi adanya KIA ilegal di Laut Natuna Utara,” jelas Edhy.

Edhy menambahkan, dengan kinerja PUSDAL KKP yang semakin baik dalam mengelola data dan informasi potensi illegal fishing, maka operasi pengawasan yang dilakukan menjadi sangat efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah modernisasi pengawasan yang dilakukan KKP berjalan dengan baik.

Dengan penangkapan dua KIA itu, sebanyak 35 KIA ilegal telah ditangkap selama periode kepemimpinan Edhy Prabowo di KKP. Sejumlah 35 KIA ilegal tersebut terdiri dari 17 kapal berbendera Vietnam, 9 kapal berbendera Filipina, 8 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Taiwan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *