Budenopi: Budi Daya Kedelai Non Pestisida Kimia Ala Kementan

Ilustrasi: tanaman kedelai (ok. cybex ipb)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mengembangkan budidaya kedelai non pestisida kimia atau beken disingkat Budenopi. Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Balitbang Kementan Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, M.P. mengatakan, Budenopi merupakan teknologi budi daya kedelai yang dirancang untuk menekan perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di lapangan tanpa pestisida kimia.

“Teknologi Budenopi selain ramah lingkungan, juga keragaan tanaman lebih baik dan populasi hama lebih rendah jika dibandingkan dengan teknologi yang telah ada sebelumnya,” kata Joko dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (21/6).

Hal ini dikarenakan seluruh agens biopestisida yang digunakan pada paket teknologi Budenopi tidak menyebabkan resistensi maupun resurgensi sehingga peledakan hama (out break) akan sulit terjadi. Joko menegaskan, dengan menggunakan teknologi ini diharapkan dapat menurunkan kehilangan hasil sehingga produktivitas kedelai dapat sesuai dengan karakter varietas.

“Selain itu, teknologi ini juga banyak sekali keunggulannya karena menggunakan biopestisida,” jelas Joko.

Beberapa keunggulan teknologi budidaya ini antara lain sasaran pada organisme pengganggu tanaman (OPT) lebih spesifik, mudah dikembangbiakan secara masal oleh pengguna, memiliki efikasi cukup tinggi, dan tidak meracuni ternak, binatang peliharaan, dan manusia. “Yang tak kalah pentingnya adalah tidak mencemari lingkungan sehingga teknologi ini lebih dikenal dengan Ramli alias Ramah Lingkungan,” ujarnya.

Badan Litbang Pertanian melalui Balitkabi sendiri telah mendiseminasikan teknologi tersebut pada lahan seluas 15 hektare di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Hasil produksi kedelai dari kegiatan GLIP tersebut akan dijadikan calon benih kedelai berkualitas dan bersertifikat.

“Dengan diseminasi teknologi Budenopi di Kabupaten Banyuwangi ini diharapkan teknologi tersebut dapat berkembang pada beberapa sentra-sentra produksi kedelai di Indonesia untuk menekan ketergantungan petani terhadap pestisida kimia,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *