Budidaya Bandeng di Pangkep Mampu Kendalikan Inflasi Sulsel

Hasil budidaya bandeng di Pangkep (dok. dpmptsp sulsel)

Jakarta, Villagerspost.com – Sulawesi Selatan termasuk dalam daftar provinsi dengan tingkat inflasi yang cukup terkendali selama Ramadan ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat laju inflasi Sulsel pada Februari 2018 mencapai 0,23% atau lebih rendah 58 poin dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,81%.

Terkendalinya inflasi di Sulsel ini, menurut anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan, disumbang oleh berkembangnya budidaya ikan bandeng di Kabupaten Pangkep. Karena itu, dia mendorong agar kualitas dan hasil budidaya Ikan Bandeng ini dapat ditingkatkan.

“Sulsel ini punya inflasi yang relatif terkendali. Salah satu penyumbang inflasi terbesar selain dari bahan bakar juga ada Ikan Bandeng. Kita ketahui saat ini bulan puasa mendekati lebaran sehingga kebutuhan ikan agak meningkat. Sementara untuk melaut terkendala masalah cuaca jadi konsumsi teralihkan ke Ikan Bandeng,” kata Heri Gunawan, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (30/5).

Heri, bersama rombongan Komisi XI, pada Senin, (28/5) lalu melakukan kunjungan ke Pangkep untuk melihat langsung proses budidaya ikan bandeng di sana. Dia mengatakan, saat itu, dirinya banyak menerima keluhan dari para pembudidaya bandeng. Salah satunya adalah soal minimnya bibit Bandeng, padahal kebutuhan ikan bandeng selama Ramadan ini meningkat.

“Di sini ada budidaya ikan bandeng, udang putih dan ada juga jeruk besar. Dari ketiganya, ikan bandeng punya tingkat inflasi yang besar. Tapi tetap ada sedikit persoalan ketika butuh bibit bandeng tapi tidak ada, kebutuhan pakan juga meningkat,” ujar Heri.

Heri mengatakan, harus ada kerja sama antar sektoral untuk menyelesaikan persoalan klasik ini. “Harus ada kerja sama antar sektoral lembaga untuk selesaikan masalah klasik ini. Setiap daerah dan tempat kendala yg dihadapi petani ini ini saja. Pemerintah harus cari terobosan agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik agar inflasi lebih baik dan menumbuhkan daya beli masyarakat,” politikus Partai Gerindra ini.

Heri mengungkapkan apresiasi Komisi XI atas komoditas ikan bandeng Pangkep yang berhasil mengerem laju inflasi. “Bank Indonesia kami harap bisa menjadikan Kabupaten Pangkep ini menjadi klaster binaan, namun komoditas apa saja yang akan dijadikan klaster binaan diserahkan sesuai kesepakatan antara BI dengan masyarakat setempat,” pungkasnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi DPR RI XI Marwan Cik Asan. “Kabupaten Pangkep adalah salah satu yang berpotensi dalam pengembangan ikan bandeng. Meski disampaikan ada banyak kendala seperti alam, tanah, air dan pakan bibit dan pemasaran,” ujar Marwan.

Dia meminta kepada BI agar Kabupaten Pangkep jadi klaster dalam pembinaan BI. “Kita tadi dalam kesimpulan dialog meminta BI agar Pangkep ini jadi klaster dalam pembinaan BI. Mengenai produknya mau bandeng atau udang, ya nanti kami serahkan hasil komunikasi BI dengan masyarakat,” tutur Marwan.

Politikus Partai Demokrat ini mengingatkan agar pemilihan produk dalam binaan BI memperhatikan aspek sustainable, artinya bisa bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang. Produk dipilih atau mendapat pendampingan dari awal sampai akhir ini bisa menjadi gantungan hidup masyarakat paling tidak lima sampai sepuluh tahun mendatang.

“Kita tidak ingin bangun komoditas yang saat ini harganya bagus, tapi tiga tahun berikutnya anjlok. Kita harapkan bagaimana komoditas yang dipilih bisa sustainable dalam jangka panjang,” sambungnya.

Marwan meyakini, jika budi daya bandeng ini dikelola secara maksimal, baik dari segi pengolahan hingga pemasaran akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Kabupaten Pangkep. Hal ini terbukti bahwa budi daya ikan bandeng mampu menekan inflasi yang baik untuk Kabupaten Pangkep dan Sulsel.

“Pangkep menjadi klaster binaan BI. Hal ini cukup bermanfaat banyak bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pangkep, dengan komoditas bandeng yang mempunyai andil inflasi terbesar, atau 0,46 persen year on year,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *