Bulog Bakal Ditugaskan Stabilkan Jagung dan Kedelai | Villagerspost.com

Bulog Bakal Ditugaskan Stabilkan Jagung dan Kedelai

Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan waduk Gondang, di Jawa Tengah (dok. setkab.go.id)

Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan waduk Gondang, di Jawa Tengah (dok. setkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo telah menyetujui Peraturan Presiden terbaru yang mengatur Bulog tak lagi hanya mengurus beras tetapi juga komoditas lain yaitu jagung dan kedelai. “Bagaimanapun Bulog diharapkan menjadi penyangga harga pangan,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Jumat (11/3) siang.

Presiden Jokowi sendiri mengaku sedikit kecewa dengan kinerja Bulog setelah melakukan inspeksi mendadak ke gudang pengolahan gabah milik Bulog di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (11/3) pagi. Inspeksi dilakukan Jokowi sebelum mengunjungi Waduk Gondang.

“Presiden melihat di lapangan, ternyata kapasitasnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, pengeringan tidak seperti yang diharapkan, jauh dari kapasitas maksimumnya, hanya sekitar 20 persen dari kapasitas yang ada,” kata Pramono Anung.

(Baca Juga: Panen Raya, Mentan Minta Bulog Serap Gabah Petani)

Karena itu, Presiden, kata Pramono meminta perlu ada perbaikan terhadap Bulog. Jokowi juga memberikan penugasan tambahan kepada Bulog terkait komoditas jagung dan kedelai. Karena itu nantinya akan ada aturan yang menegaskan hal itu.

Pramono Anung menilai hal tersebut perlu dilakukan supaya Bulog kinerjanya bisa diukur. “Dan sekarang inikan karena memang ada keluhan dari petani ketika mereka akan panen kok kenapa harganya menjadi turun,” jelas Seskab.

Seskab mencontohkan ketika panen jagung di Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Ketika itu, karena Bulog tidak merasa bertanggung jawab terhadap jagung, Bulog tidak menyerap jagung petani, padahal ketika itu harga harga jagung sedang bagus. “Seharusnya Bulog membeli jagung dari petani dengan harga bagus namun tidak dilakukan,” ujar Pramono.

Dia mengatakan, Perum Bulog adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan. Ruang lingkup bisnis perusahaan meliputi usaha logistik/pergudangan, survei dan pemberantasan hama, penyediaan karung plastik, usaha angkutan, perdagangan komoditi pangan dan usaha eceran.

Sebagai perusahaan yang tetap mengemban tugas publik dari pemerintah, Bulog tetap melakukan kegiatan menjaga Harga Dasar Pembelian untuk gabah, stabilisasi harga khususnya harga pokok, menyalurkan beras untuk orang miskin (Raskin) dan pengelolaan stok pangan.

Sementara itu, saat mengunjungi Waduk Godang, di Kecamatan Kerjo, kawasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Presiden Jokowi menyatakan optimismenya bahwa waduk tersebut akan meningkatkan produksi padi. Jokowi mengatakan, Waduk Gondang akan mengairi 4.800 hektare sawah, baik yang berada di Karanganyar maupun yang ada di Sragen.

“Tetapi 80% berada di Sragen nantinya yang diairi. Tapi nggak apa-apa Sragen juga wilayah Indonesia, jangan dipisah-pisahkan,” ujarnya.

Pembangunan Waduk Gondang saat ini sudah mencapai 24% dari rencana, dan diharapkan selesai pada akhir tahun depan. “Selain Waduk Gondang, kalau yang di Karanganyar baru Waduk Gondang, tetapi tadi Pak Bupati baru saja membisiki di Jelantah, tapi belum diputuskan lho. Dicek lapangan, kira-kira bisa mengairi sawah yang banyak nanti kita kerjakan,” terang Jokowi. (*)

Ikuti informasi terkait Bulog >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *