Bulog Diminta Hati Hati Serap Gabah

Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan gudang Bulog di Jawa Tengah (dok. presidenri.go.id)
Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan gudang Bulog di Jawa Tengah (dok. presidenri.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Perum Bulog diminta agar berhati-hati dan tidak sembarangan dalam menjalankan program serap gabah dari petani. Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan, jika Bulog serampangan dalam menyerap gabah, akan berbahaya bagi Bulog.

“Beberapa bulan kedepan, Bulog akan menjadi cacian makian siapapun, karena kalau pengadaannya tidak benar dan tidak memenuhi syarat, yakni syarat kualitas, pasti nanti penyaluran beras miskinnya menjadi tidak berkualitas,” kata politisi Partai Demokrat itu, seperti dikutip dpr.go.id, Rabu (11/5).

Dia menilai, serapan gabah oleh Bulog yang ia lihat sejauh ini, tidak mempertimbangkan terhadap beberapa indikator batasan kualitas gabah. “Saya adalah orang yang sangat menentang serapan gabah yang serampangan, asal nyerap. Saya sangat menentang itu. Saya harap Bulog hati-hati terkait hal ini,” tegas Herman.

(Baca juga: Keberadaan Bulog Masih Diperlukan)

Dalam kunjungannya ke Bulog Kota Sorong, Papua Barat, baru-baru ini, Herman mengaku agak lega karena Bulog di sana masih menerima beras yang bagus meskipun itu beras impor. “Syukur kalau Papua dan Papua Barat hari ini masih mendapatkan beras dari Vietnam karena kadar air dan kadar pecahnya bagus. Tetapi nanti kalau pengadaannya jelek, gabah asal serap, gabah kadar airnya di atas 20 persen, kemudian kadar pecahnya saya kira di atas 14 persen, apa jadinya nanti hadirnya beras raskin, beras sejahtera itu di masyarakat,” tambahnya.

Dalam hal ini, Herman meminta, agar Bulog berhati-hati selama belum memiliki infrastruktur yang cukup untuk memproses gabah menjadi beras dengan kualitas yang standar. “Jika infrastrukturnya belum cukup, saya kira jangan dilakukan,” saran politisi asal dapil Jawa Barat itu.

Pada kesempatan terpisah, rombongan lain dari Komisi IV DPR yang dipimpin OO Sutisna juga melakukan kunjungan ke gudang Bulog di Sulawesi Tenggara. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat dan memastikan ketersediaan ketahanan pangan dan memastikan bahwa beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) ini terdistribusi dengan baik di Sulawesi Tenggara.

“Kami beserta rombongan ingin melihat dan memastikan langsung kondisi mengenai ketersediaan dan kecukupan beras yang ada di gudang Bulog khususnya Provinisi Sulawesi Tenggara,” kata Oo Sutisna seperti dikutip dpr.go.id.

Lebih lanjut Oo Sutisna mengatakan, dalam hal ini Bulog mengemban dua misi yakni sebagai bumper stock nasional dan sebagai stabilator harga. Sebagai stabilator harga di tingkat petani, kata Sutisna, ada batasan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai harga dasar, dimana Bulog wajib membeli gabah petani jika harga pasaran ada di bawah harga tersebut.

“Namun di sisi lain, HPP juga sebagai batas atas terhadap harga di tingkat konsumen, sehingga kalau harga beras rata-rata medium/premium di atas harga yang sudah ditetapkan pemerintah, maka Bulog wajib melakukan operasi pasar atau dengan cara menekan harga agar kembali kepada harga yang normal,” kata Politisi Gerindra itu.

“Kita sadari, pangan adalah hak asasi manusia, untuk itu negara wajib memenuhi dan menyediakannya secara terjangkau maupun tersedia, serta ini merupakan bagian penting juga dalam rangka berkunjung yang mencakup seluruh objek mitra kerja kami dan ini juga adalah hal yang baik untuk mendapatkan informasi di daerah,” tegas Oo Sutisna.

Ikuti informasi terkait Bulog >> di sini <<

Facebook Comments
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.