Bulog Harus Waspadai Mafia Panen | Villagerspost.com

Bulog Harus Waspadai Mafia Panen

Operasi pasar oleh bulog untuk stabilkan harga (dok. bumn.go.id)

Operasi pasar oleh bulog untuk stabilkan harga (dok. bumn.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron meminta agar Bulog mewaspadai politisasi yang berkaitan dengan kepentingan-kepentingan mafia panen. Hal itu dikatakan Herman saat melakukan kunjungan kerja dan inspeksi mendadak keĀ  ke Perum Bulog Divre Sulselbar beberapa waktu lalu.

Sidak tersebut dilakukan Komisi IV DPR disela-sela pembahasan RUU Perlindungan Nelayan di Makassar, guna melihat ketersedian dan keterjangkauan pangan nasional. “Ada kenaikan (harga kebutuhan pokok-red) sekitar Rp200-Rp300. Tetapi ini jangan dibiarkan karena akan menjadi liar dan menimbulkan spekulasi di masyarakat,” kata Herman seperti dikutip dpr.go.id, Selasa (9/2).

(Baca Juga: DPR Sayangkan Bulog Beli Jagung Impor Ilegal)

Herman mengatakan, Bulog harus waspada ketika ada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang melebihi batas referensi, Bulog bisa langsung melakukan operasi pasar dan kajian terhadap fenomena fluktuasi harga supaya Bulog bisa mempersiapkan diri ketika menghadapi fluktuasi. Herman mengingatkan, peran Bulog saat ini cukup strategis tidak hanya sebagai stabilisator harga pangan tetapi juga buffer stock pangan nasional.

Dia mengungkapkan, sejumlah 1,6 juta ton dari 3,7 juta ton persediaan pangan nasional dikontribusi oleh para petani di Sulawesi Selatan. “Tentu ini menjadi sebuah prestasi bagi kami bahwa Bulog mampu memaksimalkan pengadaan dari dalam negeri yang dibeli dari petani kita,” kata politisi Demokrat ini

Herman pun memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi yang memberikan atensi yang cukup baik kepada Bulog dalam menjalankan tugasnya. “Mudah-mudahan kesiapan yang ditunjukkan oleh Sulawesi Selatan juga ditunjukkan oleh Bulog di daerah lainnya seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan daerah surplus,” katanya. (*)

Baca juga isu seputar Bulog >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *