BUMDes Kalpataru, Berjaya Lewat Produk Pertanian Organik

Produk alat pertanian organik yang dijual Toko Tani Organik milik BUMDes Kalpataru (dok. bumdes kalpataru)
Produk alat pertanian organik yang dijual Toko Tani Organik milik BUMDes Kalpataru (dok. bumdes kalpataru)

Gowa, Villagerspost.com – Dari sekian banyak jenis bisnis yang bisa dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penjualan alat-alat dan mesin pertanian (alsintan) adalah salah satu pilihan yang menarik. Pasalnya, barang-barang tersebut memang menjadi kebutuhan utama petani di desa-desa.

Peluang ini dimanfaatkan dengan jitu oleh BUMDEs Kalpataru dari Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jenis alsintan yang dipilih untuk dijadikan andalan bisnis oleh BUMDes ini adalah berbagai alat kebutuhan untuk pertanian organik, seperti pupuk organik.

Karena itu, BUMDes Kalpataru pun membuka Toko Tani Organik. Untuk lebih memudahkan distribusi, Toko Tani Organik menjual produknya kepada para petani dengan cara online maupun offline.

Ketua BUMDes Kalpataru Jamaluddin Daeng Abu mengatakan, alat pertanian organik seperti pupuk organik, dipilih karena ketersediaan alat jenis itu, khususnya di daerah dataran tinggi Kabupaten Gowa, masih langka. Karena itu, peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar kebutuhan pertanian organik masih sangat terbuka,

“Toko tani organik menjadi toko tani pertama yang menyiapkan semua kebutuhan pertanian organik mulai dari pupuk organik cair, fungisida dan pestisida organik,” kata Jamaluddin, kepada Villagerspost.com, Rabu (21/12).

Toko tani yang sudah berusia, dua tahun lebih ini, nyatanya memang mampu menjawab tantangan bahwa pupuk organik pun bisa bersaing di pasaran dengan pupuk non organik. “Kualitas dan keampuhannya juga bisa disandingkan,” terang Jamaluddin.

Melalui bantuan penyediaan alat pertanian organik oleh Toko Tani Organik milik BUMDes Kalpataru, saat ini petani, khususnya di Desa Kanreapia, banyak yang beralih ke sistem pertanian organik, atau setidaknya semi organik. “Meninggalkan kebiasaan lama memang membutuhkan waktu dan proses, sehingga sosialisasi dan lokasi percontohan tidak henti dilakukan agar petani benar–benar yakin dan pertanian benar–benar bisa beralih secara full organik,” kata Jamaluddin.

Jamaluddin mengaku optimis bisa mengubah kebiasaan petani dari sistem pertanian konvensional dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia ke pertanian organik yang lebih ramah lingkungan. Karena itu, tak hanya menyediaan produk alat pertanian organik, BUMDes Kalpataru juga membuat berbagai lahan percontohan.

“Karena petani hanya membutuhkan contoh dan ketersediaan produk. Toko tani lahir disamping mencari keuntungan secara finansial, juga memberikan contoh bagi petani desa Kanreapia soal bagaimana pertanian dikelola dengan sistem pertanian yang sehat agar tidak mencemari lingkungan dan pertanian dapat diwariskan ke generasi berikut,” terang Jamaluddin.

Dia menjelaskan, lahirnya Bumdes Kalpataru di Desa Kanreapia, selain terutama bertujuan untuk memajukan ekonomi desa, juga untuk mempertahankan potensi desa, merawat dan membuatnya Kanreapia terlahir kembali sebagai desa dengan  produk desa yang mempunyai ciri khas yakni pertanian organik.

Menurut Jamaluddin, Toko Tani Organik saat ini sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan baik skala lokal maupun nasional di luar Sulawesi. “Sehingga produk–produk yang dipasarkan adalah pupuk organik yang telah teruji dan mendapatkan izin Kementerian Pertanian,” terangnya.

Hal inilah yang membuat Pupuk Organik di Toko Tani Organik Bumdes Kalpataru dengan mudah mampu bersaing dengan produk non organik yang telah lama mengakar dan digunakan oleh petani desa Kanreapia. “Adapun hasil yang terlihat antara pembanding produk non organik dan organik terlihat dari sayuran petani, seperti daun lebih hijau, daun lebih muda, penyakit berkurang, dan tidak kalah penting adalah keselamatan kerja petani terjaga sehingga sehat Petani juga sehat Konsumen,” kata Jamaluddin.

Ikuti informasi terkait BUMDes >> di sini <<

Laporan: Petani Organik Gowa, Sulawesi Selatan

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *