BUMDes Tugu Kuning Garap Potensi Wisata Bukit Sentono Genthong Pacitan

Pemandangan pantai dari bukit Sentono Genthong, Pacitan (dok. youtube)

Jakarta, Villagerspost.com – Potensi wisata di sebuah desa kini bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkulu, Pacitan, Jawa Timur, misalnya, terdapat potensi area wisata Bukit Sentono Genthong yang kini tengah digarap oleh BUMDes Tugu Kuning. Bukit Sentono menawarkan panorama alam perbukitan dengan hamparan panorama teluk Pantai Telang Ria yang indah jika dilihat dari atas bukit.

Kepala Desa Dadapan Ismono mengatakan, wisata Bukit Sentono Genthong merupakan salah satu unit usaha BUMDes Tugu Kuning. “Dari wisata ini sudah beromzet Rp.540 juta. Yang penting pemberdayaan masyarakat jalan dan masyarakat bisa mendapat hasil dari BUMDes ini. Ada 50 orang pengurus. Mudah-mudahan semakin luas dan terkenal,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (27/6).

Sementara itu, Direktur Utama BUMDes Tugu Kuning Wahyu Ariwibowo menyebutkan, andalan wisata kawasan ini adalah menjual view Pacitan dari atas Bukit. “Karena pemandangan luar biasa masyarakat musyawarah untuk menjadi tempat wisata. Kedepnnya terus ada inovasi biar tidak bosen,” ungkapnya.

Obyek wisata ini mulai dibuka pada Oktober 2017 lalu dan mulai dikelola BUMDes pada tahun 2018. Kawasan tersebut merupakan tanah kas desa, dulunya sebagai tempat pertapaan dengan area seluas 6.358 meter. Saat ini pihak BUMDes telah membangun beberapa fasilitas seperti kamar mandi, mushola, akses jalan, tempat parkir, shuttle wisata. 1Pengelola menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp10 ribu.

Menteri Desa Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Eko Putro Sandjojo pun turut mempromosikannya. “Pemandangannya luar biasa, ayo kunjungi Bukit Sentono Genthong di Pacitan yang dikelola oleh BUMDes,” ajaknya.

Menurutnya, sektor pariwisata paling cepat dalam pertumbuhan ekonomi. Eko pun mengajak desa-desa lainnya untuk mengembangkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan memberikan bantuan permodalan tiap BUMDes Rp50 juta.

Padat Karya Tunai

Sementara itu, dalam rangkaian kunjungannya ke Pacitan, Selasa (26/6), Eko juga menyaksikan pelaksanaan Padat Karya Tunai (PKT) berupa pembangunan dan pelebaran jalan desa yang dilaksanakan masyarakat Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo. Dengan adanya program PKT ini, akses menuju pasar di Kabupaten Ponorogo semakin dekat.

Kepala Desa Gemaharjo Wahyu Pudjiono berharap, akses jalan ini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. “Dengan adanya program padat karya tunai pelebaran jalan sepanjang 350 meter ini, maka akan menembus sampai ke Kab. Ponorogo di mana di sana ada pasar desa sehingga jalan ini membuka akses pertumbuhan ekonomi,” ujar Wahyu.

Wahyu menjelaskan, pembangunan pelebaran jalan desa tersebut menggunakan anggaran dana desa dengan total sebesar Rp23 juta. Pengerjaan dilakukan oleh sekitar 50 orang dengan upah Rp65 ribu per hari.

“Pada tahun 2018 ini kami mendapat anggaran dana desa sebesar Rp801 juta. Sebanyak Rp603 juta dialokasikan untuk program padat karya tunai. Sebesar Rp187 juta kami alokasikan untuk upah tenaga kerja. Kami juga gunakan dana desa untuk inovasi desa, yaitu posyandu disabilitas dan yang tidak punya BPJS mendapat biaya kesehatan gratis,” sambungnya.

Mayoritas warga Desa Gemaharjo yang bekerja sebagai petani sangat terbantu dengan akses pelebaran jalan. Tidak hanya membuka akses jalan tani, melainkan juga menyambung koneksi ke pasar desa. Selain hasil tani, masyarakat Desa Gemaharjo memiliki produk unggulan ternak sapi dan pengrajin batu bata/ bata merah.

Eko sendiri mengapresiasi program pelebaran jalan ini. Dirinya pun terus mengingatkan agar pengerjaan proyek dana desa tidak boleh menggunakan kontraktor. “Bahwa semua pekerjaan dana desa wajib dilakukan dengan swakelola dan 30 persennya untuk upah pekerja. Jadi uangnya berputar di desa sehingga pendapatan naik dan ekonomi desa berkembang,” ujarnya.

Menteri Eko berharap, komoditas yang ada di desa ini dikembangkan melalui program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan) dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dengan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp50 juta.

“Tahun depan sebesar Rp 73-80 triliun rencana dana desa akan dinaikan. Tolong dana desa manfaatkan benar-benar. Dan akan ada bantuan sebesar Rp 1-2M untuk 500 desa percontohan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *