Buntut Kekalahan di WTO, Pemerintah Didesak Antisipasi Dampak Banjir Impor Daging Ayam Brasil

Ilustrasi produk ayam dan daging (dok. wikipedia)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah antisipasi dampak akan masuknya komoditas daging ayam dari Brasil. Impor ini dilakukan akibat akibat kekalahan Indonesia dalam sengketa perdagangan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melawan Brasil.

Indonesia sendiri masih mengupayakan mengupayakan banding atas putusan tersebut. Namun menurut Akmal, antisipasi maksimal mesti segera disiapkan. Dia mengatakan, buntut kekalahan di WTO ini bisa berdampak panjang.

“Akan ada dampak besar bagi peternak lokal. Dampak paling buruk adalah peternak ayam terancam bangkrut gegara impor dari Brasil ini,” kata Akmal dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Sabtu (1/5).

Karenanya, ujar dia, semua pihak menanti intervensi pemerintah jelang banjir daging ayam dari Brasil ini. Akmal mengatakan, persaingan harga akan menjadi sumber utama kalah bersaingnya peternak ayam lokal dengan ayam dari Brasil.

Perbedaan harga cukup signifikan di mana per kilogramnya, produksi daging ayam dari Brasil sekitar Rp14.500. Sedangkan harga produksi daging ayam di tanah air dapat mencapai Rp20 ribu. Pakan menjadi kunci utama terhadap pengaruh harga total produksi karena 60 persen biaya dari komponen ini.

“Tantangan jangka panjang adalah, bagaimana menyiapkan infrastruktur produksi ayam mulai dari penyiapan bibit DOC, pakan, kandang dan proses pembesaran lain hingga pasca panen menjadi efisien dengan produktifitas yang tinggi,” kata Akmal.

Dengan demikian, persoalan harga pada persaingan harga ayam dapat di atasi. “Peternak untung, konsumen dapat gembira dengan harga daging ayam terjangkau dari produksi dalam negeri,” ujarnya.

“Tetapi dalam jangka pendek ini, bagaimana upaya pemerintah untuk dapat melindungi dan membantu para peternak ayam rakyat yang akan menghadapi serangan importasi daging ayam ini,” tambah politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Akmal juga meminta agar pemerintah dalam waktu dekat dapat serius membangun industri pakan nasional untuk berbagai kebutuhan peternakan tanah air. “Sumberdaya bahan baku negara ini sangat baik untuk memasok pakan peternakan, hanya saja bagaimana industrinya dapat terbangun dengan baik untuk memenuhi peternakan skala industri,” tegasnya.

Dia mengingatkan kepada pemerintah, industri peternakan ayam di Brasil dapat menghasilkan daging ayam melimpah dengan harga murah itu akibat campur tangan pemerintahnya. Banyak subsidi diberikan dan ketika produksi melimpah negaranya campur tangan untuk menampung produksinya dengan stabilitas harga di tingkat petaninya.

“Hingga saat ini belum ada terdengar intervensi pemerintah terhadap regulasi tataniaga ayam yang menguntungkan peternak ayam dalam mengantisipasi masuknya daging ayam dari Brasil ini,” kata Akmal.

Begitu juga regulasi terhadap tataniaga pakannya yang dibiarkan natural sehingga lonjakan harga pakan terus terjadi. “Pemerintah jangan jadi penonton saja melihat peternak ayam lokal babak belur,” pungkas Akmal.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *