Bupati Wajo: Dampak Program UBK Mulai Terasa | Villagerspost.com

Bupati Wajo: Dampak Program UBK Mulai Terasa

Pelatihan produksi sabun kepada masyarakat desa (dok. kemendagri.go.id)

Pelatihan produksi sabun kepada masyarakat desa (dok. kemendagri.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Program Usaha Bersama Komunitas yang digarap Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa, khususnya di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Bupati Wajo Andi Baharuddin mengatakan, program tersebut dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan dan membuka lapangan kerja baru.

Hal ini dinilai sesuai dengan tujuan program UBK yaitu untuk meningkatkan produktivitas sekaligus merebut nilai tambah ekonomi dengan tetap menjaga karakter gotong royong masyarakat desa. “Program ini sangat bagus, saya berharap UBK seperti yang ada di Kecamatan Bola ini bisa diikuti oleh daerah lainnya,” kata Andi seperti dikutip kemendesa.go.id, Jumat (1/1).

Hasil sudah dicapai masyarakat dalam meningkatkan produktivitas ekonomi lewat program UBK ini, kata Andi, harus terus dikawal. Dengan demikian produk yang dihasilkan masyarakat desa lewat program ini bisa dipasaran dan menjadi terkenal.

“Produk ini harus dipasarkan dengan baik supaya dikenal. Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk memakai produk hasil daerah kita daripada memakai produk dari luar,” kata Andi.

Masyarakat juga diminta untuk mempelajari konsep pemasaran yang baik, sehingga potensi daerah bisa dimunculkan secara maksimal. Sebagai informasi, dalam pelaksanaan program UBK ini, masyarakat diajarkan untuk membuat produk-produk seperti sabun, shampo, mengolah kemasan, dan beberapa kegiatan produktif lainnya.

Khusus kabupaten Wajo, pemerintah daerah membentuk kelompok UBK di kecamatan Bola yang personilnya direkrut dari tiga desa yakni, Desa Bola, Rajamawellang dan Lempong. UBK dari 3 desa di kecamatan Bola tersebut yang akan menjadi perwakilan kabupaten Wajo ditingkat Nasional dan secara khusus menjadi percontohan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa/Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo Syamsul Bahri mengharapkan masyarakat mampu menjaga amanah ini. Apalagi dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis komunitas ini, Kabupaten Wajo adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang dipercayakan untuk menjadi wilayah percontohan.

“UBK Ini adalah program unggulan yang memberikan peluang dan akses bagi masyarakat desa untuk meningkatkan produktivitas sekaligus merebut nilai tambah ekonomi dengan tetap menjaga karakter gotong royong masyarakat desa,” kata Syamsul.

Dalam pelaksanaannya, Syamsul menjelaskan, pemerintah pusat melakukan pembinaan secara langsung kepada kelompok UBK yang dibentuk oleh pemerintah daerah. Bahkan, untuk terlaksanannya program tersebut, pemerintah pusat menyediakan anggaran, memberikan bantuan peralatan serta melakukan pembinaan dan mengawal kelompok UBK ini menjadi mandiri dan produktif.

“Jadi pemerintah daerah cukup membentuk kelompok, sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Sasaran program ini lebih pada upaya pemerintah untuk membangun masyarakat produktif dan kreatif,” jelasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *