Cegah Karhutla Dengan Pengolahan Cuka Kayu

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau (dok. riau.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan bahan bakaran serta pembinaan Masyarakat Peduli Api. Terkait pemanfaatan bahan bakaran, untuk mencegah karhutla, salah satu inovasi yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah dengan melakukan pengolahan cuka kayu.

“Pelatihan pengolahan cuka kayu ini menjadi upaya yang dilakukan KLHK sehingga masyarakat ataupun MPA dapat mengembangkannya selain untuk mengurangi bahan bakaran juga dapat menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat,” kata Raffles dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Sabtu (19/1).

Seperti diketahui, selama ini, aktivitas membuka atau membersihkan lahan dan kebun banyak menghasilkan limbah dari batang dan pohon yang ditebang. Sementara itu, membakar limbah masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat karena dianggap mudah, cepat, dan murah. Namun, pola ini rentan menciptakan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Karena itulah, KLHK memberikan pelatihan agar limbah hasil pembersihan lahan diolah menjadi cuka kayu. KLHK melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Inovasi (BLI) KLHK menggelar pelatihan pengolahan cuka kayu kepada MPA dan Kelompok Tani di Kantor Daops Manggala Agni Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, pada Rabu (16/1) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Sub Direktorat Sistem Kemitraan dan MPA, Afrizal menyatakan, pengolahan cuka kayu ini merupakan salah satu terobosan dalam pencegahan karhutla. Pelatihan pengolahan cuka kayu diberikan kepada MPA dan Kelompok Tani yang berinteraksi langsung dalam pengelolaan lahan.

“KLHK terus mengembangkan inovasi-inovasi dalam upaya pengendalian karhutla dengan memberikan keterampilan mengolah cuka kayu kepada MPA. Hal ini kami kembangkan karena KLHK senantiasa memandang MPA sebagai kelompok masyarakat yang berperan aktif dan diharapkan menjadi pelopor dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ujar Afrizal.

MPA dan Kelompok Tani yang menjadi peserta pelatihan adalah MPA Desa Sungai Besar, MPA Desa Sungai Pelang, MPA Desa Tempurukan, MPA Desa Singai Awan Kiri, Kelopok Tani Desa Sungai Kinjil, Kelompok Tani Desa Sungai Awan Kiri, dan Kelompok Tani Sumber Rejeki. Peserta diberikan pelatihan bagaimana mengolah limbah hasil pembersihan lahan menjadi cuka kayu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, insektisida, bahan-bahan kesehatan, dan bahan-bahan lainnya.

Untuk pengembangan cuka kayu ini lebih jauh, BLI berkomitmen akan melakukan penelitian laboratorium secara mendalam sehingga dapat diketahui kandungan dari cuka kayu untuk manfaat yang lebih besar. Selama ini yang diketahui, cuka kayu bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, makanan, kesehatan, usaha perikanan dan peternakan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *