China Incar Kawasan Perbatasan untuk Investasi Pertanian | Villagerspost.com

China Incar Kawasan Perbatasan untuk Investasi Pertanian

Kawasan kabupaten Nunukan, dimana Kementerian Pertanian mengembangkan budidaya jeruk (dok. pertanian.go.id)

Kawasan kabupaten Nunukan, dimana Kementerian Pertanian mengembangkan budidaya jeruk (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – China mengincar kawasan perbatasan Indonesia untuk menanamkan investasinya di bidang pertanian. Hal itu terungkap dalam pertmuan antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Republik Rakyat China Zhang Taolin di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (19/9) kemarin.

Dalam pertemuan itu, Amran langsung menegaskan kesiapannya untuk mendukung rencana investasi China itu dan memberikan usulan agar China berinvestasi mengembangkan produk jagung gula dan sapi. “Sesuai arahan Presiden, Kementan akan memberikan dukungan dan iklim usaha yang kondusif untuk investasi tersebut,” kata Amran seperti dikutip pertanian.go.id, Selasa (20/9).

Mentan menegaskan, Indonesia akan menyediakan lahan seluas 2 juta hektare untuk investasi tersebut. Amran berharap investasi tersebut komprehensif dari hulu ke hilir sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat. “Pemerintah Indonesia akan menyediakan pasar, lahan serta tenaga kerja” ujarnya.

Mentan menyarankan rencana investasi yang diperkirakan sebesar US$5,5 miliar tersebut dilakukan di daerah perbatasan seperti Kalimantan. Pembangunan ini merupakan kawasan sinergi, terintegrasi dari huku ke hilir. Nantinya juga akan mensuplai bukan hanya Indonesia tetapi juga negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Singapura dan Timor Leste.

Pembangunan ini diharapkan akan menyerap tenaga kerja 30 ribu orang. Disamping tawaran investasi tersebut, Amran juga menawarkan kerjasama di bidang pengembangan SDM.

Menanggapi tawaran tersebut, Pemerintah China sangat mengapresiasi usulan nyata Mentan. Kedua belah pihak juga sepakat membentuk working group yang akan mulai bekerja tahun ini, sebelum Joint Ministerial Meeting yang akan dilaksanakan awal tahun depan.

Kunjungan ini nanti akan ditindaklanjuti dengan kunjungan delegasi Indonesia dalam waktu dekat. “Kunjungan kali ini merupakan pertemuan yang sangat efektif membuahkan rencana kerja yang konkret,” kata Zhang Taolin.

Dia juga menegaskan, pertemuan perwakilan Pemerintah China dengan pihak Kementerian Pertanian itu adalah untuk menindaklanjuti nota kesepahaman atau MoU kedua Kementerian yang telah ditandatangani sejak tahun 2001. “Pemerintah China , dan secara jelas menyampaian keinginan untuk nengimplementasikan dalam bentuk kegiatan nyata” terang Zhang.

Ikuti informasi terkait investasi pertanian >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *