CI Indonesia Gandeng Mowilex Konservasi Hiu Paus di Sumbawa

Hiu paus di kawasan perairan Teluk Saleh (dok. conservation international/ismail alaydrus)

Jakarta, Villagerspost.com – Asia Coating Enterprises Pty. Ltd. Singapore sebagai induk perusahaan PT Mowilex Indonesia, mengumumkan komitmen selama lima tahun (2019-2024) untuk mendukung program Conservation International Indonesia (CI Indonesia) dalam Pengelolaan Kawasan Perairan Laut Teluk Saleh, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fokus pengelolaan kawasan seluas 1.500 km persegi adalah pada konservasi hiu paus (Rhincodon typus) dan pemberdayaan masyarakat lokal, melalui program pariwisata berbasis masyarakat.

Vice President CI Indonesia Ketut Sarjana Putra mengatakan, komitmen ini diharapkan mampu menguatkan berbagai program yang telah dilaksanakan CI Indonesia di Teluk Saleh sejak tahun 2017, dan ikut mendorong perusahaan lain di Indonesia untuk terlibat lebih aktif di dalam mendukung kegiatan konservasi alam. “Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Asia Coating Enterprices mulai berkomitmen untuk membantu upaya konservasi laut di Indonesia, dan berharap kerjasama ini mencapai kesuksesan dan semakin berkembang di masa depan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (31/10).

“Kami sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Conservation International melalui parent company kami yaitu Asia Coatings Enterprises, Pte. Ltd. untuk menjaga habitat hiu paus yang sudah termasuk dalam kategori endangered species,” kata President Director PT Mowilex Indonesia Niko Safavi.

“Bagi kami, mendukung pelestarian ekosistem merupakan salah satu dari pilar dalam gerakan Mowilex Sustainability Initiative kami,” tambahnya.

CI Indonesia membantu dan mendukung pemerintah Indonesia di dalam program konservasi hiu paus di Teluk Saleh sejak tahun 2017 melalui identifikasi, pemantauan pola pergerakan hiu paus, serta pemasangan penanda satelit (satellite tagging). Hiu paus berstatus dilindungi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013, tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus).

Turis menyelam menyaksikan hiu paus berenang di kawasan Teluk Salah (conservation international/abraham sianipar)

Sampai tahun 2019, CI Indonesia telah melakukan pemasangan satellite tagging pada 13 individu hiu paus di Teluk Saleh, dan telah berhasil diidentifikasi sebanyak 81 individu hiu paus melalui foto ID yang terdiri dari 71 jantan dan 10 betina. Pada peringatan ulang tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tanggal 17 Desember 2018 lalu, satu ekor hiu paus jantan diberi nama “Bang Zul” sesuai nama panggilan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Dari pengamatan pola pergerakan hiu paus di Teluk Saleh, dapat disimpulkan, sebagian besar hewan laut ini bergerak di sepanjang teluk, karena ketersediaan makanan berupa ikan kecil seperti ikan masin (ikan puri) yang berlimpah, dan kualitas perairan yang relatif baik di kawasan tersebut. CI Indonesia juga membantu masyarakat lokal di Desa Labuhan Jambu yang terletak di tepi Teluk Saleh untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan mereka mengelola wisata hiu paus ini.

Saat ini telah terbentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Desa Labuhan Jambu yang sepenuhnya dikelola oleh masyarakat. Kegiatan Pokdarwis termasuk mengelola penginapan untuk turis, speed boat, bagan untuk melihat hiu paus, serta mengikuti pelatihan selam dan operator wisata bersertifikat.

Menurut catatan CI Indonesia, sebanyak 301 orang wisatawan asing dari berbagai negara telah berkunjung ke Teluk Saleh untuk melihat langsung atau berenang bersama hiu paus selama 2017-2018. Melihat perkembangan pariwisata yang cukup pesat, pada bulan Mei 2019 Gubernur NTB menetapkan Labuhan Jambu sebagai satu dari 99 desa wisata di NTB.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *