Dana Desa Bisa Digunakan Tangani Pandemi Covid-19

Ilustrasi virus corona (pixabay)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, dana desa bisa digunakan untuk optimalisasi pencegahan virus corona (Covid-19). “Untuk level pencegahan, Pemerintah desa menggunakan dana untuk mengedukasi masyarakat di wilayahnya seperti kampanyekan pola hidup sehat dan bersih,” ujar Halim, di Jakarta, Sabtu (21/3).

Menurut Halim, dana desa itu bisa dipergunakan untuk perkuat dana transfer daerah sebesar Rp850 triliun untuk melawan wabah pandemi itu. Alokasi ini, menurutnya, melengkapi arahan Presiden Joko Widodo sebelumnya agar dana desa lebih difokuskan untuk Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD)

Halim mengatakan, kondisi kekinian dengan merebaknya Virus Corona (Covid-19) maka segala upaya perlu dilakukan untuk melawan wabah pandemi ini. Seluruh lapisan masyarakat, termasuk perangkat desa maupun pendamping desa harus turun tangan untuk memutus mata rantai virus yang telah makan korban jiwa ini.

Dalam hal dana desa, pada tahapan selanjutnya, dana desa tetap bisa digunakan untuk penanganan penyebaran Covid-19 ini. “Namun harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan tingkat kebutuhan penanganan,” jelas Halim.

Perangkat desa bersama masyarakat bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk pencegahan maupun penanganan Virus Corona ini. Teapi harus selalu dikoordinasikan dengan pihak yang berwenang seperti Gugus Tugas yang diketuai Kepala BNPB Doni Monardo agar penggunaan dan kebutuhan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan skala yang dialami oleh masyarakat semua.

“Sesuai koordinasi dengan BNPB, Kemendes PDTT bakal fokus ke sejumlah wilayah yaitu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten. Kita sudah sosialisasi protokol pencegahan Covid-19,” kata Halim.

Halim mengakui, Kemendes PDTT telah lakukan review dan revisi DIPA untuk pengalihan sebagian anggaran menjadi kegiatan yang langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat tanpa mengurangi output. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden pada rapat terbatas pada 16 Maret lalu.

“Kita terus lakukan komunikasi harian dengan desa untuk memantau pencairan dan penggunaan dana desa, terutama terkait dengan kegiatan padat karya tunai. Sekaligus melakukan pemetaan dan pendampingan desa terkait Covid-19,” tegas Halim.

Kemendes PDTT akan segera menginstruksikan Pemerintah Daerah dan Perangkat Desa untuk segera alokasikan dana desa optimalisasi pencegahan Covid-19. Kemendes PDTT juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terutama dengan BNPB terkait perkembangan laporan pencegahan virus Corona.

Halim menuturkan sejumlah langkah untuk mencegah Virus Corona masuk ke desa. Pertama, Tamu yang menginap 1×24 jam wajib dilaporkan ke kantor desa. Kedua, memeriksa kondisi kesehatan tamu yang akan tinggal dan menginap di desa. Ketiga, memasang papan informasi sosialisasi pencegahan Virus Corona versi WHO di setiap tempat yang mudah di akses masyarakat. “Mari kita putuskan rantai penularan Covid-19. Bersama Kita Bisa,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *