Dana Desa Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Pedesaan

Perajin memamerkan hasil usahanya. UMKM dan Kucuran Dana Desa diharapkan menjadi penggerak ekonomi nasional (dok. pajak.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo mengatakan, penyaluran dana desa tak hanya bertujuan agar anggaran pemerintah tepat sasaran. Jokowi menegaskan, dia juga ingin dana desa memiliki tembakan yang cepat. “Pembangunan yang selama ini saya kerjakan, memang orientasinya kita ubah, kita balik. Pembangunan kita mulai dari desa,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 di Kota Palembang, Minggu (25/11).

Jokowi mengingatkan, kucuran dana desa tiap tahun terus meningkat. Tahun 2015 dikucurkan sebesar Rp20 triliun, tahun 2016 Rp47 triliun, tahun 2017 Rp60 triliun, dan tahun 2018 Rp60 triliun. Tahun depan Rp70 triliun. “Jadi sampai saat ini sudah Rp187 triliun. Kita salurkan ke kurang lebih 74 ribu desa di seluruh Tanah Air,” ungkapnya di hadapan ribuan pegiat desa se-Sumatera Selatan.

Ia mengatakan, dana desa telah membantu pembangunan ragam infrastruktur desa seperti jalan, irigasi, jembatan, embung untuk pengairan, saluran irigai, dan sebagainya. Ke depan, kata Jokowi, dia ingin dana desa mulai bergeser membantu desa dari sisi pemberdayaan ekonomi dan inovasi desa.

“Saya ingatkan. Satu, baik jalan, jembatan, irigasi, embung, PAUD, saya titip agar pembelian materialnya itu dilakukan di desa itu juga. Kalau di desa itu tidak ada, beli paling jauh di kecamtan. Agar uang itu berputar di desa atau maksimal kecamatan,” kata Presiden.

Selain material, ia juga ingatkan agar pembangunan dana desa merekrut pekerja dari desa setempat. Menurutnya, selain memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat, cara tersebut juga akan meningkatkan perputaran uang di desa.

“Orang di desa, tenaga kerja itu setelah dibayar, uangnya, belinya juga di desa itu. Sehingga uangnya ya muter di situ. Setelah lima tahun berjalan, penurunan kemiskinan, stunting, gizi buruk akan kelihatan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, dana desa dalam empat tahun terakhir telah memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat perdesaan. Pendapatan masyarakat di desa meningkat hingga hampir 50 persen.

“Tahun 2014 pendapatan per kapita masyarakat desa hanya Rp572 ribu per orang per bulan. Tahun ini pendapatan per kapita masyarakat desa meningkat menjadi Rp802 ribu per bulan. Per kapita itu dihitung dari usi lanjut sampai anak-anak yang baru lahir,” kata Eko.

Menurutnya, jika peningkatan pendapatan per kapita masyarakat desa tersebut bisa terus dipertahankan, maka enam tahun ke depan pendapatan masyarakat desa bisa meningkat menjadi Rp2 juta per orang per bulan. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan potensi besar bagi perkembangan ekonomi Indonesia.

“Di desa lima tahun lagi akan ada lebih dari 150 juta jiwa. Dengan begitu, desa akan bisa memiliki pendapatan lebih dari Rp300 triliun per bulan di desa, itu akan menciptakan daya beli Rp1.500 triliun per bulan atau lebih dari Rp18 ribu triliun per tahun. Itu sama dengan 1 triliun US Dolar pendapatan domestik bruto, hanya dari desa. Itu lebih besar dari pendapatan domestik bruto di seluruh Indonesia saat ini,” terangnya.

Terkait dana desa, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengakui, bahwa dana desa yang diperoleh Sumatera Selatan setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Tahun 2015, dana desa yang diperoleh Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp775 miliar, tahun 2016 sebesar Rp1,7 triliun, tahun 2017 sebesar Rp2,2 triliun, dan tahun 2018 sebesar Rp2,3 triliun.

Tahun 2019, dana desa di Sumatera Selatan akan kembali meningkat menjadi Rp2,6 triliun. “Tapi tenang, karena tahun 2019 pak presiden juga akan berikan dana kelurahan,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *