Dapat Bantuan, Peternak Lele Pandeglang Siap Bangkit | Villagerspost.com

Dapat Bantuan, Peternak Lele Pandeglang Siap Bangkit

Tebar benih lele dalam kolam bioflok oleh pihak KKP (dok. kementerian kelautan dan perikanan)

Jakarta, Villagerspost.com – Para peternak lele di Kabupaten Pandeglang, Banten siap bangkit pasca tsunami. Terlebih setelah mereka mendapatkan bantuan berupa bibit ikan dan pakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ade Nawawi, pembudidaya ikan sekaligus korban tsunami mengapresiasi dan menyatakan kegembiraannya atas bantuan dan perhatian dari KKP.

“Sebelumnya kami stres. Dengan adanya bencana tsunami, selain rumah kami jadi korban, usaha budidaya lele kami juga hancur. Dengan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah ini, kami semangat lagi. Mohon kami terus dibimbing,” ujarnya, baru-baru ini.

Ade menceritakan bagaimana bencana tsunami sempat membuatnya sedih. Beberapa hari sebelum terjadi bencana yang mengagetkan itu, ia baru saja menebar benih ikan lele. Saat itu ia memiliki 4 unit kolam dengan kapasitas 5.000 ekor per kolam. Benih ikan yang ia tebar akhirnya musnah akibat tsunami.

Sebagaimana diketahui, tanggal 22 Desember 2018 yang lalu atau tepat 2 bulan sudah berlalu, masyarakat pesisir Banten khususnya Kabupaten Pandeglang dan Serang serta masyarakat pesisir Lampung Selatan Provinsi Lampung dikejutkan oleh hantaman tsunami.

Akibat bencana tersebut, berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang, sentra-sentra perikanan budidaya di 6 kecamatan yakni Carita, Labuhan, Panimbang, Sumur, Sukaresmi, dan Cimanggu terkena dampak tsunami.

Tercatat 40 unit KJA beserta 33.000 ekor ikan kerapu dan bawal bintang di dalamnya, 8 unit bagan budidaya kerang hijau, 11 unit budidaya rumput laut, 8 hektar tambak bandeng, 3 hektar kolam Nila dan Lele hancur diterjang tsunami, setidaknya 81 orang pembudidaya terkena dampak langsung bencana itu.

Selain itu, laporan yang masuk ke DJPB KKP ada 7 backyard pembenihan udang di Kecamatan Carita Pandeglang yang mengalami kerusakan sarpras meliputi bangunan rusak berat, kolam, instalasi inlet, mekanik-elektrikal mengalami kerusakan sedang hingga ringan.

Di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang kerusakan sarpras dialami oleh sembilan hatchery swasta seperti PT Syaqua, Windu Sagara, Central Benur Anyer, Manunggal 23, PT Central Proteina Prima, Graha Benus Unggul, Windu Prima Utama , Benur Alam Anyer dan Anyer Benur Lestari.

Sedangkan di Lampung Selatan, kerusakan sarpras budidaya meliputi 196,2 unit bangunan hatchery/backyard dan 2 hektar tambak yang tersebar di Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, Ketapang, Katibung, Sragi, dan Bakauhenii, serta 676 frame budidaya rumput laut di Kecamatan Ketapang.

Bupati Pandeglang Irna Narulita juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dari KKP untuk masyarakatnya. “Terima kasih atas bantuan sembako, pakan, benih, dan lainnya yang sudah diberikan. Banten memiliki 51 pulau dan garis pantai 600 km, 300-an km di antaranya atau separuhnya di Pandeglang. Sehingga budidaya bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Irna.

“Kami harap kelompok pembudidaya dapat menggunakan teknologi-teknologi baru yang dikembangkan KKP sehingga usaha yang dilakukan dapat berhasil,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan, KKP memang ingin agar pelaku usaha perikanan termasuk pembudidaya segera bangkit. “Saat ini tepat 2 bulan lalu, bencana tsunami terjadi. Oleh karena itu sudah saatnya usaha budidaya dan lainnya kembali bangkit. Ini harus jadi momentum agar usaha budidaya lebih besar dari sebelumnya,” harapnya.

“Tidak hanya itu, kami juga bergerak cepat dengan menggandeng FAO. Kami sudah kirimkan proposal. Mereka sudah setuju untuk membantu pembudidaya yang terdampak tsunami,” tambahnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *