Dari NTT Susi Berharap Swasembada Garam

Petambak garam mengangkut hasil panen (dok. kkp.go.id)
Petambak garam mengangkut hasil panen (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap pengoperasian lahan pegaraman di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur hasil kerjasama dengan PT Garam (Persero) mampu mewujudkan cita-cita swasembada garam. Hal itu dinyatakan Susi dalam rangkaian kegiatan safari bahari ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu.

“Masa negara kita dengan lautnya yang luas, kita masih saja impor garam dari luar negeri. Oleh karena itu, mari bersama-sama agar laut yang luas ini bisa kita manfaatkan untuk menghasilkan garam yang banyak,” kata Susi dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Sabtu, (18/6).

Dalam safari tersebut, Susi memang menyempatkan diri berkesempatan meninjau lahan pegaraman PT Garam (Persero) dan Garam Rakyat di Desa Bipolo. Di sela peninjauan, Susi mengungkapkan rasa senangnya atas kerjasama yang baik antara PT Garam dengan masyarakat dalam penggarapan lahan seluas 400 hektare itu sehingga operasinya berjalan dengan baik

Susi juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para petambak garam di Desa Bipolo. Dalam dialog tersebut, Susi mengharapkan pengoperasian tambak garam di Desa Bipolo tersebut nantinya bisa menjadi batu loncatan agar bisa memenuhi swasembada garam, baik di NTT maupun Indonesia secara keseluruhan.

Susi mengaku malu karena kebutuhan garam nasional sebanyak 80% masih diimpor, padahal luas laut Indonesia kedua terpanjang di dunia. Susi ingin agar Indonesia bisa segera swasembada garam. “Masa lautnya terpanjang kedua di dunia, kita garamnya 80% impor. Kan sedih, malu. Bapak-bapak di sini yang akan menutup malu kita. Malunya pemerintah Indonesia mudah-mudahan bisa ditolong karena Kupang ini bisa berproduksi garam yang bagus,” kata Susi.

Selain itu Susi mengimbau agar pihak PT Garam untuk tidak menebang pohon bakau yang ditanam di pesisir pantai saat pembukaan lahan baru untuk proses pembuatan garam. “Saya harap baik masyarakat maupun PT. Garam jangan sampai menyentuh pohon bakau. Yang berani menyentuh dan menebangnya akan berhadapan dengan saya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Budiono optimis lahan garam yang disediakan oleh Pemkab Kupang tersebut dapat memanen garam hingga 36 ribu ton pada Oktober tahun ini. “Teluk Kupang memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan industri garam. Untuk 400 hektare bisa menghasilkan garam 36 ribu sampai 40 ribu ton per tahun,” kata Achmad.

Achmad optimistis pegaraman di Desa Bipolo yang seluas 400 hektar bisa memberikan hasil yang memuaskan. “Agustus kita harapkan sudah mulai muncul garam,” pungkasnya. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas garam >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *