Darmin Nasution: Tak Ada Gejolak Harga Pangan Lebaran Tahun Ini

Pedagang daging sapi di pasar tradisional (dok. jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost. com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kondisi harga pangan pokok di Hari Raya Idul Fitri tahun ini melegakan. Darmin menegaskan, tidak ada gejolak yang berarti terhadap harga bahan pangan pokok pada lebaran tahun ini.

“Lebaran tahun ini kita Alhamdulillah suasananya baik, semua baik, ekonomi harga-harga cukup baik, praktis ya tidak ada yang naik menonjol, mungkin telur agak naik sedikit, tapi jangan salah, yang namanya telur itu cepat naik cepat turun,” katanya saat open house di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (16/6).

Bahkan, kata Damin, harga komoditas yang biasa bergejolak seperti bawang, cabai, hingga daging sapi juga terhitung normal pada Lebaran ini. Meski ada kenaikan, Darmin menilai, harga bahan pokok tersebut tidak memberatkan masyarakat selama Hari Raya Lebaran. “Tahun ini rasanya masyarakat kita berlebaran harga tidak mengganggu sehingga masyarakat bisa lebih tenang,” kata Darmin.

Harga beberapa komoditas memang sempat mengalami kenaikan. Komoditas itu antara lain minyak goreng dari Rp12,5 ribu menjadi Rp13 ribu per liter, cabai merah keriting dari Rp37,5 ribu ke Rp38 ribu per kilogram, dan daging ayam dari Rp36 ribu ke Rp39 ribu per kilogram. Kemudian harga telur ayam naik dari Rp24 ribu ke Rp25,5 ribu per kilogram, serta gula dari Rp12,9 ribu ke13,5 ribu.

Harga daging sapi murni juga mengalami kenaikan dari Rp119 ribu ke Rp130 ribu per kilogram. Untuk daging sapi paha dari Rp126 ribu ke Rp140 ribu per kilogram. Harga beras juga terpantau naik di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menanggapi kenaikan harga beberapa komoditas ini, Darmin mengatakan, harga komoditas yang mengalami kenaikan cepat turun kembali. Kenaikan harga telur menjelang lebaran misalnnya, kata Darmin, sepengalaman dia, harga telur biasanya cepat turun kembali. “Harga telur itu cepat naik, dan cepat turun,” ujar dia.

Sementara, harga cabai, bawang, dan beras tahun ini sudah cukup terkendali. Begitu pula harga daging, menurut dia, pada Lebaran tahun ini cukup terkendali. “Jadi tahun ini rasanya masyarakat berlebaran harga-harga tidak menggangu-lah, tidak di luar hari-hari sebelumnya. Masyarakat bisa lebih tenang,” tegasnya.

Dia menyebutkan, gejolak harga pada komoditas telur ayam, cabai, bawang, beras, hingga daging masih di tingkat yang stabil tak seperti tahun sebelumnya. “Mungkin telur, tapi telur tidak jauh beda naiknya. Sama dengan cabai dan bawang juga. Tapi tahun ini cabai, beras apalagi daging tentu tidak turun, tidak naik juga,” ujarnya.

Darmin mengatakan pada tahun ini pemerintah memang cukup fokus dalam menjaga harga selama Ramadan dan Lebaran. Pada Januari lalu, memang harga beras telah telanjur naik. Sehingga, meski pemerintah telah mencoba mengendalikan harga komoditas itu, masyarakat belum bisa membeli beras dengan harga normal. “Tapi ya sudah mengarah ke turun. Sehingga kita percaya, ini masih akan bisa terus menurun walaupun tidak banyak,” ujar Darmin.

Pemerintah menargetkan harga beras medium bisa mencapai Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan, yaitu Rp10.400 kilogram. “Mungkin sekarang masih di kisaran Rp10 ribu-Rp10.500, tapi sebelumnya sempat Rp2 ribu, bahkan Januari kan Rp13 ribu per kilogram. Jadi lumayan,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *