Demi Kedaulatan Pangan, 8700 Mahasiswa Dilibatkan Dalam Program Pendampingan Pertanian | Villagerspost.com

Demi Kedaulatan Pangan, 8700 Mahasiswa Dilibatkan Dalam Program Pendampingan Pertanian

Anggota TNI terjun ke sawah membantu petani (dok. kodim 0712 tegal)

Anggota TNI terjun ke sawah membantu petani (dok. kodim 0712 tegal)

Jakarta, Villagerspost.com – Setelah program pemberdayaan bintara pembina desa (babinsa) menjadi penyuluh pertanian dikritik, pemerintah akhirnya melibatkan juga para mahasiswa sebagai pendamping pertanian. Pemerintah menyatakan, pelibatan para mahasiswa ini adalah untuk mempercepat tercapainya cita-cita keadaulatan pangan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah akan melibatkan sekitar 8700 mahasiswa dalam program pendampingan pertanian. “Mereka dilibatkan dalam bentuk pendampingan dan nanti ke depan akan ada magang, seperti penyuluh. Mereka mengedukasi petani kita,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seusai mendampingi pengurus Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Se-Indonesia (FKPTPI) menghadap Presiden Jokowi,” di Istana Merdeka Jakarta, Senin (8/6) seperti dikutip setkab.go.id.

Amran berharap, tidak semua lulusan pertanian bekerja di bank, tapi karena menterinya sekarang pertanian, mereka akan kembali ke pertanian. Ia menyebutkan, bersama para Dekan, Perwakilan Dekan Pertanian Seluruh Indonesia, pemerintah akan melanjutkan kerja sama dengan mahasiswa, para dosen.

“Nanti kita akan kembangkan kewirausahaan bukan saja kita libatkan di lapangan, tapi kita nanti kewirausahaan kita bangun bersama dengan dekan pertanian di Indonesia,” papar Amran.

Sementara Sekretaris Jenderal FKPTPI Wan Abbas Zakaria menyebutkan, ke depan peran perguruan tinggi (PT) pertanian akan terus ditingkatkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Tanah Air.

“Kita libatkan mahasiswa, dosen dan laboratorium untuk pembangunan pertanian ke depan termasuk pengembangan teknologi, SDM pemberdayaan kelembagaan petani,” kata Wan Abbas Zakaria yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Menurut Wan Abbas, ada sekitar 500 demplot di seluruh Indonesia yang disiapkan untuk pengujian-pengujian teknologi pertanian. “Mudah-mudahan produktivitas meningkat, harga dijamin sehingga income meningkat, kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Wan Abbas.

Wan Abbas juga menyebutkan ada program pendampingan oleh mahasiswa dan alumni PT Pertanian di 19 provinsi di Indonesia. “Harapannya produksi meningkat, indeks pertanaman meningkat, kesejahteraan petani juga meningkat,” katanya.

Wan Abbas menyebutkan persoalan sektor pertanian sekarang ini pada dasarnya menyangkut masalah SDM terkait teknologi, perlunya penguatan kelembagan petani, akses kepada pasar, informasi, teknologi dan msalah-masalah infrastruktur seperti irigasi. Presiden Jokowi, lanjut Wan Abbas, mendukung berbagai program yang dilaksanakan FKPTP itu. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *