Di Tengah Pandemi Covid-19, Petambak Serang dan Kepulauan Seribu Mampu Ekspor Rumput Laut

Rumput laut jenis spinosum yang diekspor petambak Serang dan Kepulauan Seribu ke Vietnam, di tengah pandemi Covid 19 (dok. kkp)

Jakarta, Villagerspost.com – Di tengah pandemi Covid-19, Petambak Kabupaten Serang dan Kepulauan Seribu tetap mampu mengekspor rumput laut jenis spinosum. Rumput laut seberat 53,3 ton dengan nilai Rp700 juta itu diekspor ke Vietnam. Pelepasan ekspor dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (25/4).

“Alhamdulillah, di tengah pandemi Covid-19 kita tetap semangat berproduksi, bahkan hari ini melepas ekspor 53,5 ton rumput laut spinosum ke Vietnam,” kata Edhy.

Edhy menjelaskan, permintaan ekspor rumput laut spinosum ke Vietnam sangat tinggi yakni 3.000 ton per bulan. Namun yang baru terpenuhi baru 300 ton per bulan, dan yang diekspor, merupakan termin pertama pengiriman. Spinosum sendiri merupakan jenis rumput laut yang jarang di Indonesia.

Melihat peluang pasar yang begitu besar, Edhy mengajak pemda bersama pelaku usaha menguatkan sinergi untuk meningkatkan jumlah produksi. “Dengan sinergi, kita bisa mempercepat, memperbanyak produksi sehingga kebutuhan ekspor 3.000 ton per bulan bisa dipenuhi,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengaku akan berupaya meningkatkan produksi rumput laut spinosum dengan memberi kemudahan kepada masyarakat agar mau terjun ke sektor tersebut. Saat ini masyarakat pesisir memang lebih banyak memproduksi rumput laut jenis cottoni. “Kita akan dorong masyarakat menanam spinosum, kalau perlu kami bantu permodalannya,” ujar Pandji.

Kabupaten Serang sendiri punya potensi lahan 10 ribu hektare untuk pengembangan budidaya rumput laut. Sejauh ini baru 4.000 hektare di antaranya yang berproduksi.

Sementara itu, penanggung jawab CV Delton–eksportir rumput laut spinosum– Jaja, mengaku Vietnam sangat terbuka dengan rumput laut Indonesia karena kualitasnya lebih baik dibanding dengan produk negara lain. Selain sebagai eksportir, pihaknya turut mendampingi langsung para pembudidaya di Serang maupun Kepualauan Seribu.

“Di Serang saja ada 400 KK yang kami dampingi. Di Pulau Seribu lebih banyak lagi, ribuan,” aku Jaja.

Sementara itu, berdasarkan catatan SKIPM Merak, terdapat lima kali ekspor produk perikanan sejak 16 Maret termasuk rumput laut spinosum. Komoditas lainnya meliputi frozen shrimp dan bubuk karagenan (carrageenan powder) dengan total volume 4,8 juta ton senilai lebih dari Rp452 miliar.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *