Dicari: Perempuan Pahlawan Pangan 2016

Para tokoh Perempuan Pahlawan Pangan 2014 melakukan aktivitas bersama (dok. oxfam)
Para tokoh Perempuan Pahlawan Pangan 2014 melakukan aktivitas bersama (dok. oxfam)

Jakarta, Villagerspost.com – Oxfam Indonesia membuka kesempatan bagi anak-anak muda di seluruh Indonesia untuk mengajukan tokoh perempuan pahlawan pangan dari daerah mereka masing-masing untuk dipilih menjadi Perempuan Pahlawan Pangan (Female Food Hero) 2016. Ajang tersebut dihelat Oxfam untuk memberikan ruang bagi para petani perempuan agar memiliki kapasitas dan mampu membuka mata publik secara luas bahwa peran perempuan petani sangat signifikan dalam rantai pangan.

Kenapa perempuan? Project Manager Right to Food Oxfam Indonesia Widiyanto mengatakan, perempuan selama ini sebenarnya telah memegang peranan kunci dalam mata rantai pangan, peningkatan kualitas pangan, hingga kedaulatan pangan. “Petani-petani perempuan di pedesaan, perempuan nelayan, petani bakau di pesisir pantai, pegiat urban farming di perkotaan telah menjadi aktor penting dalam pertanian Indonesia dan merupakan kunci untuk adaptasi perubahan iklim dan resiliensi pangan,” kata Widi kepada Villagerspost.com, Kamis (14/7).

Sayangnya, dalam kenyataan, peran perempuan yang sangat vital ini justru seringkali diabaikan dalam penentuan kebijakan terkait pangan maupun perubahan iklim. “Perempuan kurang mendapatkan akses kontrol terhadap lahan dan sumber daya untuk peningkatan kapasitas dan modal,” ujarnya menambahkan.

Berdasarkan Index Kesempatan Ekonomi Perempuan (Women Economic Opportunity Index), perempuan di Indonesia masih berada pada skala 47,5 di tahun 2012 atau menempati ranking ke-85 dari 128 negara dalam hal meraih peluang pemberdayaan ekonomi. Partisipasi perempuan di seluruh tingkatan baik rumah tangga, produsen, ketenagakerjaan, komunitas dan nasional belum optimal dan kontribusi perempuan seringkali tidak terlihat.

“Ekonomi pertanian Indonesia luput dari potensi besar yang dimiliki perempuan petani, nelayan, dan wirausaha yang dapat berkontribusi pada ekonomi dan khususnya mengentaskan kemiskinan,” ujar Widi.

Karena itu, kata dia, Oxfam memilih perempuan pahlawan pangan dengan harapan akan terjadi perubahan bagi perempuan penghasil pangan untuk dapat meningkatkan daya lenting (ketangguhan-resiliensi) mereka dalam memperoleh ketahanan dan hal atas pangan. Ajang ini sendiri merupakan ajang ketiga setelah tahun 2012 dan 2014 lalu.

Berbeda dari tahun sebelumnya dimana pemilihan banyak ditentukan oleh dewan juri, maka tahun ini, Oxfam juga melibatkan anak-anak muda untuk mencari sosok perempuan pejuang pangan. “Kenapa anak muda? Karena Oxfam yakin anak muda dapat menjadi agen yang mempengaruhi perubahan baik di pedesaan maupun perkotaan, bahwa perempuan penghasil pangan merupakan pahlawan yang harus disuarakan,” ujar Widi.

Bagaimana caranya? Widi mengatakan, anak-anak muda di seluruh Indonesia bisa mengirimkan video pendek dengan durasi antara 2-3 menit tentang para perempuan pahlawan pangan yang mereka pilih. Kriteria umum para perempuan pahlawan pangan yang bisa dipilih, kata Widi, ada tiga.

Pertama, perempuan yang tidak hanya memproduksi dan memberdayakan pangan bagi dirinya sendiri tetapi juga berperan bagi komunitas atau masyarakat (empowered women). Kedua, perempuan yang memiliki dan mendukung inisiatif pertanian bagi perempuan. Ketiga, perempuan penghasil pangan yang menjadi inspirasi bagi komunitas (inspiring women).

Nantinya dari puluhan karya yang masuk, Oxfam, kata Widi, akan memilih enam perempuan pahlawan pangan untuk menerima anugerah Female Food Hero 2016 ini. “Kami memang mengutamakan perempuan dari kawasan Indonesia Timur, namun terbuka peluang bagi perempuan dari seluruh wilayah Indonesia untuk terpilih,” kata Widi.

Alasannya, tantangan yang dihadapi perempuan dari kawasan timur Indonesia masih sangat hebat diantaranya pola patriarki yang kuat, dimana perempuan masih dipandang sebagai warga kelas dua di bawah lelaki. Kedua, tantangan iklim, khususnya kekeringan yang juga sangat hebat.

Bagi anak-anak muda yang berminat untuk mengikuti “perburuan” perempuan pahlawan pangan ini, Oxfam akan mengadakan roadshow di empat kota, yaitu Makassar, Bogor, Yogyakarta, dan Jakarta. “Lewat roadshow ini nantinya mereka akan dilatih dulu untuk memahami berbagai masalah seputar perempuan dan pangan agar mereka punya panduan dalam memilih perempuan pahlawan pangan,” kata Widi.

Dalam puncak acara penganugerahan yang rencananya akan dilakukan pada peringatan Hari Pangan Dunia 16 Oktober 2016, selain memilih 6 Perempuan Pahlawan Pangan, Oxfam juga akan memberikan penghargaan kepada 6 anak muda yang memvideokan keenam perempuan pejuang pangan terpilih tersebut. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *