Dikelola BUMDes, Pasar di Demak Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah

Pedagang bahan kebutuhan pokok di pasar (dok. pemprov jabar)

Jakarta, Villagerspost.com – Pasar rakyat, apalagi di desa, tak selamanya identik dengan kumuh dan kotor. Di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, pasar kwasan perdesaan ini justru sukses menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Pasar yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama antara Desa Waru dan Desa Ngamplak ini berhasil meraih omzet sebesar Rp142 juta selama empat bulan beroperasi. Hal ini disambut baik Plt Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Harlina Sulistiyorini yang meninjau pasar tersebut, Jumat (1/6) lalu.

“Harapan kami dengan adanya pasar kawasan ini, bisa membantu masyarakat di kawasan ini untuk memperjual belikan hasil produksinya maupun lebih meningkatkan hasil ekonominya. Sehingga nantinya kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan,” ujar Harlina.

Pasar kawasan perdesaan ini, merupakan bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tahun anggaran 2017. Bantuan tersebut terdiri dari 24 lapak pedagang dan 8 ruko yang mampu menampung 50 pedagang.

“Program ini (pasar kawasan perdesaan) dimulai sejak tahun 2016. Tahun 2016 itu kita laksanakan di 29 kabupaten, kemudian tahun 2017 ada 14 kabupaten, dan sekarang 13 kawasan. Sehingga pasar-pasar ini bisa kita replikasi untuk kawasan luar jawa yang punya potensi pengembangan pasarnya. Sehingga nanti bisa berkembang masyarakatnya sejahtera,” ujar Harlina

Ia mengatakan, hadirnya pasar kawasan perdesaan ini cukup membantu masyarakat setempat terutama dalam menghadapi momen Ramadan. Meski Ramadan, harga produk di pasar ini tetap bertahan pada harga normal.

“Kalau dilihat para pedagang lebih memperbanyak stok jualannya. Biasanya pasar ini tidak jualan setiap hari. Hanya karena ini bulan ramadan kami minta untuk berjualan setiap hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Bersama Berkah Jaya, Diah Winarni mengakui, antusias warga untuk berdagang di pasar tersebut cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan jumlah lapak yang telah dibangun belum mampu menampung seluruh pedagang.

Diah berharap pasar tersebut dapat berkembang pesat sehingga pasar kawasan tersebut dapat segera diperluas. “Pasar ini juga kami sewakan untuk pasar malam. Biasanya tiga minggu sekali, Rp800 ribu per malam,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, BUMDes Bersama Berkah Jaya juga tengah mengembanhkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) berupa makanan khas desa setempat. Di antaranya tape singkong, rempeyek, dan tahu bakso.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *