Diversifikasi Pangan, Membangun Ketahanan Pangan | Villagerspost.com

Diversifikasi Pangan, Membangun Ketahanan Pangan

Ilustrasi diversifikasi pangan (cwsglobal.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan, program diversifikasi dapat menjadi cara untuk mengatasi persoalan stok pangan di Indonesia. “Diversifikasi pangan merupakan jawaban utama untuk percepatan terhadap penyelesaian ketersediaan pangan dari dalam negeri,” kata Edhy saat membuka Seminar Nasional dalam rangka Hari Kartini 2017, dengan tema ‘Peran Wanita dalam Meningkatkan Diversifikasi Pangan untuk Mewujudkan Ketahanan pangan Nasional di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4).

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron. Herman mengatakan, berbicara persoalan menuju kedaulatan, kemandirian, ketahanan, dan keamanan pangan, semua sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. “Hal yang substantif dalam undang-undang itu adalah bagaimana pangan sampai kepada tingkat individu sebagai hak asasi manusia, secara cukup, bergizi seimbang dan beragam,” jelas Herman.

Ada pernyataan kata beragam, lanjutnya, dikarenakan ke depan harus menjadi sebuah pilihan. Hal itu merupakan suatu keniscayaan, dimana jumlah penduduk semakin tinggi, kebutuhan konsumsi terhadap karbohidrat atau beras juga semakin tinggi, namun pada sisi lain ketersediaan lahan semakin sempit.

“Hal ini sangat situasional, sampai berapa produktifitas dapat dicapat melalui intensifikasi, sampai kapan peningkatan produktifitas dapat mendukung terhadap setiap peningkatan konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia. Dengan kondisi lahan yang semakin sempit maka ekstensifikasi juga akan semakin sulit dalam mencari lahan untuk pengembangan terhadap peningkatan utamanya terhadap tanaman pangan yang berbasis beras,” ujarnya.

Herman menyatakan, program diversifikasi dapat mengangkat kearifan lokal terhadap kompetensi lokal didalam menyediakan pangan yang cukup dan mampu memenuhi terhadap unsur karbohidrat, tetapi lebih aman dari dampak terhadap ketidaksehatan lainnya. “Ini akan mengangkat ide dan gagasan baru yang sangat penting terhadap pengambilan keputusan regulasi di Komisi IV, dan juga penting untuk mendukung pengalokasian anggaran dan program kedepannya,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kemampuan swasembada, kedaulatan dan kemandirian pangan, bukan hanya didorong dari peningkatan produktifitas, tetapi juga didorong dari pengurangan konsumsi, sehingga akan meningkatkan potensi-potensi baru dalam komoditas lainnya.

“Kita akan tetap survive dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia yang jumlah penduduknya semakin meningkat dan jumlah konsumsinya juga meningkat, sehingga dengan kemampuan lokal inilah ketergantungan terhadap beras secara nasional juga akan berkurang,” ujarnya.

Bila diversifikasi berjalan, maka, kata Herman, kebutuhan pangannya bisa terpenuhi. “Kita bisa swasembada beras dan ekspor beras. Otomatis akan ada pendapatan devisa. Disisi lain juga akan mengangkat sektor ekonomi baru di masing-masing lokal komunitasnya,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *