Dokter Tanaman IPB Kupas Tuntas Penanganan Hama dan Penyakit Alpukat

Salah satu varietas alpukat asal Pasaman Barat Sumatera Barat (dok. kementerian pertanian)

Magelang, Villagerspost.com – Sejumlah 100-an petani alpukat yang tergabung dalam Asosiasi Alpukat Nusantara (ALNUSA), chapter Jateng-DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) melakukan acara kopi darat di Balkondes (Balai Ekonomi Desa) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (6/6).

Peserta merupakan petani pekebun alpukat, petani bibit, dan pedagang alpukat dari 21 Kabupaten di Jateng dan DIY. Selain itu juga hadir para penggiat pertanian lainnya.

Kesempatan itu digunakan untuk menyampaikan dan mengupas tuntas hama dan penyakit alpukat dengan para peserta. Dr. Suryo Wiyono, salah seorang Dokter Tanaman dari Klinik Tanaman Departemen Proteksi Tanaman Faperta IPB mengupas tuntas masalah hama dan penyakit alpukat mulai dari pembibitan hingga pasca panen.

Aspek yang dibahas meliputi mengapa terjadi penyakit, hama dan penyakit utama alpukat, strategi dan teknik pengendaliannya. “Hama dan penyakit utama alpukat yang paling banyak dijumpai petani adalah busuk akar,” kata Suryo.

Dokter Tanaman yang juga merupakan Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara itu memaparkan, penyakit busuk akar ini disebabkan oleh pseudofungi Phtophthora palmivora, dan kutu putih Pseudococcidae.

Lantas bagaimana mengendalikannya? “Penyakit tanaman tersebut bisa dikendalikan dengan menggunakan agen hayati Trichoderma hamatum dan Lecanicillium lecanii,” kata Wakil Dekan Fakultas Pertanian IPB University itu.

Dalam diskusi tersebut, Suryo bersama para petani juga membahas strategi dan teknologi berbasis pengendalian hayati untuk hama dan penyakit alpukat, serta praktik mengendalikan hama penyakit.

Suryo juga membahas masalah penyakit alpukat ke depan. “Alpukat kini menjadi komoditas hortikultura yang popular akhir-akhir ini,” kata Suryo.

Di samping untuk memenuhi konsumsi alpukat dalam negeri, alpukat mempunyai potensi ekspor yang besar. Tak heran jika penanaman kebun alpukat bertambah signifikan dalam lima tahun terakhir ini.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *