Dokter Tanaman IPB Sambangi Petani Subang, Mencari Solusi Hama Penggerek Batang dan Salinitas Padi

Dokter Tanaman, Klinik Tanaman IPB, Dr. Suryo Wiyono berdiskusi dengan petani Blanakan, Subang (dok. klinik tanaman ipb)

Subang, Villagerspost.com – Dokter Tanaman IPB University, Dr. Suryo Wiyono kembali melakukan blusukan ke daerah-daerah, menyapa para petani dan mencari solusi masalah pertanian. Kali ini, Suryo, mengunjungi para petani di Blanakan, Subang, Jawa Barat.

Di kawasan ini, Suryo berdiskusi dengan 15 orang perwakilan petani dari berbagai desa di kecamatan tersebut. Salah satu yang menjadi topik pembahasan adalah masalah serangan hama pengerek batang dan salinitas atau kadar garam tanaman padi.

Salinitas menjadi permasalahan karena persawahan daerah Blanakan terletak di kawasan pantai utara Subang. “Karena lokasinya tersebut tersebut petani padi menghadapi masalah kadar garam tinggi atau salinitas,” kata Suryo.

Selain itu di daerah tersebut, serangan penggerek batang sering membuat petani merugi karena kehilangan hasil cukup besar. Menurut petani Blanakan, serangan penggerek batang dan salinitas lebih berat pada musim gadu atau musim kemarau.

Dalam diskusi yang dipandu Kepala UPTD Pertanian Blanakan Mad Anwar, SP itu, Suryo memaparkan berbagai hal untuk mengatasi kedua masalah tersebut. Salah satunya adalah dengan cara mempelajari perilaku, biologi dan strategi dari hama penggerek batang.

“Salah satu cara mengatasinya adalah dengan melakukan pengumpulan telur hama penggerek batang di persemaian dan melakukan bioimunisasi,” terang Suryo.

Bioimunisasi ini merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan IPB dan akan diterapkan oleh petani Blanakan. “Bioimunisasi merupakan peningkatan ketahanan padi terhadap serangan hama atau pathogen dengan, salah satunya dengan perlakuan cendawan endofit,” papar Suryo.

Untuk mengatasi masalah salinitas, Dokter Tanaman yang juga merupakan Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara itu mengatakan pihaknya juga akan melakukan uji bersama teknologi terbaru berbasis mikrobiologis yang dikembangkan IPB.

“IPB telah mengembangkan bakteri anti salinitas. Bakteri tersebut adalah strain khusus dari Bacillus yang telah diteliti dan diuji di laboratorium. Kedua teknologi tersebut diujicobakan pada lahan seluas 10 hektare,” ujar Suryo.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *