Dongkrak Ekonomi Banten, KKP Benahi Sektor Perikanan dan Kelautan | Villagerspost.com

Dongkrak Ekonomi Banten, KKP Benahi Sektor Perikanan dan Kelautan

Ikan tuna hasil tangkapan kapal perikanan Indonesia diturunkan di pelabuhan (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan program untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di provinsi Banten. Program tersebut meliputi pengembangan empat pelabuhan perikanan yang tersebar di Banten, seperti Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Pelabuhan Perikanan Labuan, Pelabuhan Perikanan Binuagen, serta Pelabuhan Perikanan Cituis.

“Pengembangan pelabuhan perikanan akan kami fokuskan di empat titik. Sasarannya produksi perikanan meningkat, termasuk ekspor perikanan juga meningkat,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang digelar secara daring, Kamis (18/2).

Trenggono berharap, sejalan dengan pengembangan ini diharapkan produktivitas perikanan tangkap maupun ekspor hasil perikanan dari Banten meningkat. Peningkatan sektor perikanan ini diharapkan akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten.

Selain pengembangan pelabuhan perikanan, ada empat lagi agenda kerja KKP di Banten. Diawali dengan pengembangan perikanan budidaya dengan memberikan sejumlah bantuan untuk masyarakat. Seperti benih ikan, bioflok, excavator, pendampingan hingga membangun irigasi dan infrastruktur tambak.

KKP juga akan mengembangkan usaha garam rakyat dengan calon lokasi Kampung Brangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Masih di desa yang sama, KKP menyokong pengembangan desa wisata bahari. Fasilitas yang diberikan meliputi sarana-prasana wisata seperti alat selam, alat snorkeling, pembangungan pondok informasi, hingga menara pandang.

Selanjutnya yang tak kalah penting, ujar Trenggono, KKP akan menanam mangrove di sejumlah kawasan sebagai upaya menjaga pesisir dari abrasi dan gelombang tinggi. Kegiatan ini berpotensi menjadikan lokasi penanaman sebagai obyek eco-wisata di kemudian hari. “Targetnya kita menanam 20 hektare mangrove,” kata Trenggono.

Untuk mempercepat pembangunan di provinsi Banten, KKP juga melakukan percepatan bidang tata ruang laut. KKP telah menyusun draf Ranperpres Rencana Tata Ruang Laut di Perairan Pesisir Kawasan Strategis Nasional (KSN) Selat Sunda. Saat ini tengah menunggu proses integrasi dengan tata ruang KSN matra darat.

Kemudian KKP juga mengawal proses penyusunan Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Banten. KKP juga sudah menyusun draf Ranperpres Rencana Tata Ruang Laut di 3 perairan sekitar pulau-pulau kecil terluar di Provinsi Banten, yaitu Pulau Guhakolak, Pulau Karangpabayang dan Pulau Deli. Prosesnya selanjutnya menunggu integrasi dengan rencana tata ruang matra darat di wilayah perbatasan negara.

Dalam acara rapat tersebut, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pihaknya mendukung penuh agenda kerja KKP di Banten, khususnya penanaman mangrove. Selain meminta jumlahnya ditambah, penanaman juga perlu dilakukan di lokasi-lokasi yang tersapu tsunami pada tahun 2018 lalu.

“Mengrove itu bagus sekali untuk melindungi masyarakat di pesisir. Penanamannya diperbanyak ya,” ucap Luhut.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *