Dongkrak Ekonomi Desa Lewat Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram di Banten (dok. jamurtirambanten.blogspot.com)
Budidaya jamur tiram di Banten (dok. jamurtirambanten.blogspot.com)

Lebak, Villagerspost.com – Konsep one village one product yang dicanangkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mulai menuai hasil positif. Banyak desa saat ini memiliki satu produk unggulan yang bisa dijual untuk menggerakkan ekonomi desa. Salah satunya desa Kaduagung Barat kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak yang mengandalkan produk unggulan jamur tiram.

Perdagangan produk jamur tiram itu sendiri dikoordinasikan lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bebedahan. Manajer Pemasaran Bumdes Bebedahan M Ali mengatakan, BUMDes yang baru berjalan 5 bulan tersebut mampu meraih omzet hingga Rp4,5 juta per bulan dari penjualan produk jamur tiram.

“Bumdes Bebedahan didirikan pada 22 Maret 2016 yang dikelola langsung oleh masyarakat desa Kaduagung Barat. Sekarang sudah ada 3000 baglog, dan ke depan kita akan fokus di Jamur tiram sekitar 40 ribu-50 ribu baglog,” kata Ali saat menerima kunjungan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Senin (12/9) .

Ali mengatakan, pengelolaan BUMDes Bebedahan berasal dari dana desa murni dengan modal awal Rp40 juta. Rencananya, pengembangan BUMDes akan disinergikan dengan tanaman hias milik warga. “Kami harap Pak Menteri (Eko Sandjojo) bisa membantu kami agar produk BUMDes ini bisa dipasarkan keluar kota,” ujarnya.

Meski sudah memiliki produk unggulan berupa jamur tiram, Ali mengakui, saat ini produksi jamur tiram yang dikelola BUMDes Bebedahan masih relatif kecil. Pemasaran hanya mencakup wilayah di sekitar lingkungan desa dan pedagang keliling. Untuk memperbesar produksi, Ali mengaku membutuhkan modal yang besar.

Produksi jamur tiram itu sendiri, kata dia, harus bisa ditingkatkan mengingat permintaan pasar cukup besar terutama untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Hanya saja peningkatan produksi belum bisa dilakukan karena kendala modal. “Kami ke depan akan menjalin kerja sama dengan perbankan agar mendapat suntikan modal, seperti KUR sehingga bisa berkembang juga meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan,” kata Ali.

Terkait hal ini, Eko Putro Sandjojo menegaskan, desa bisa memanfaatkan dana desa untuk meningkatkan perekonomian desa. “Dalam satu tahun di desa ini dapat dana Rp900 juta dari dana desa dan ADD, ini setiap tahun akan ditingkatkan. Yang paling penting dana desa adalah milik bapak ibu sekalian, bukan milik saya, bukan milik bupati dan yang lain. Saya harap dana ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kemakmuran desa,” katanya.

Sang menteri juga mengapresiasi usaha budidaya jamur tiram yang dilaksanakan desa Kaduagung Barat lewat BUMDes Bebedahan. “Saya lihat BUMDes ini ada pembibitan tanaman, produksi jamur, kalau bisa ditingkatkan.BUMDes yang sudah maju jumlahnya banyak, mereka memberikan kesempatan agar desa lain dapat belajar,” ujarnya.

Terkait perkebangan BUMDes dan program one village one product sendiri, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Lebak Rusito mengatakan saat ini desa yang sudah terbentuk BUMDes sebanyak 72 dari 340 desa. Jenis usaha yang dijalankan umumnya adalah usaha pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan dan aneka makanan tradisional.

Rusito menngatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong agar seluruh desa di Lebak memiliki BUMDes sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan juga dapat menyerap lapangan pekerjaan. Pemda, kata Rusito, juga akan menggulirkan program Desa Unggulan Masyarakat (DUM) guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat pedesaan.

Terkait program one village one product, menurut Rusito, saat ini desa-desa di Kabupaten Lebak sudah mulai menghasilkan produk unggulan desa. Misalnya, desa Sobang dengan gula aren dan desa Kaduagung Barat penghasil jamur tiram. “Kami berharap pengembangan usaha masyarakat pedesaan melalui BUMDes dapat memutuskan mata rantai kemiskinan,” katanya.

Ikuti informasi terkait BUMDes >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *