Dongkrak Ekspor Perikanan, Natuna Didorong Jadi Sentra Budidaya Kerapu

Ikan kerapu merah (pixabay)

Jakarta, Villagerspost.com – Sektor perikanan adalah salah satu sektor yang teta tumbuh positif di masa Pandemi Covid-19 ini. Salah satu komoditas yang menjadi andalan dari sektor perikanan adalah udang dan kerapu.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto mengatakan, udang dan kerapu masih menjadi primadona ekspor. Permintaan pasar global atas kedua komoditas tersebut cukup tinggi.

“Meski pandemi, ekspor perikanan nasional masih jalan terus. Selain udang, ikan kerapu juga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor kita. Seperti ikan kerapu hasil budidaya Kabupaten Natuna yang terus berjalan meskipun pandemi,” ujar Slamet, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (15/5).

Kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar regional maupun internasional. “Budidaya ikan kerapu akan terus kita dorong potensinya. Karena selain keunggulannya yang menguntungkan, juga sejalan dengan visi KKP dalam membangun kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tambah Slamet.

KKP, kata Slamet, terus mendorong agar selama masa pandemi, semakin banyak perusahaan yang melakukan ekspor ikan kerapu karena kerapu merupakan salah satu komoditas andalan untuk ekspor kelautan dan perikanan nasional.

“Ini peluang emas, karena dengan ekspor yang terus meningkat dipastikan akan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir, dan geliat ekonomi masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

Ditambah lagi, saat ini market demand untuk kerapu di negara tujuan ekspor kembali terbuka dan menunjukkan tren yang mulai meningkat. “Oleh karenanya, mari kita bersama-sama saling koordinasi dan bersinergi dalam mengembangkan budidaya laut agar aktivitas ekspor ikan kerapu bisa terus berjalan dengan lancar,” tegas Slamet.

KKP terus berupaya melakukan pengembangan budidaya di kawasan-kawasan potensial guna menggenjot produksi perikanan budidaya. Salah satunya di Kabupaten Natuna merupakan kabupaten yang memiliki potensi budidaya ikan laut dan posisinya dekat dengan Hongkong.

Tujuannya agar mampu meningkatkan kinerja ekspor. Tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara di tengah menurunnya pendapatan negara dari ekspor sekarang ini.

Tahun 2021 ini meskipun pandemi belum berakhir, Kabupaten Natuna dapat terus memenuhi permintaan ekspor ikan laut hasil budidaya ke Hongkong. Hingga bulan April, selama tahun 2021 telah melakukan aktivitas ekspor ikan laut sebanyak empat kali dengan total mencapai kurang lebih 50,8 ton.

“Harapannya, bukan hanya di Natuna saja tapi daerah lain pun sama,” ujar Slamet.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Zakimin Yusuf, menambahkan budidaya kerapu selain menambah pendapatan juga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat Natuna. Seperti di Kecamatan Bunguran Barat dan Pulau Tiga sebagai sentra budidaya kerapu. Kegiatan inilah yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat disana.

“Upaya budidaya ikan laut harus terus dikembangkan karena kegiatan ekspor ke Hongkong telah berjalan lama di Natuna. Rencananya akan menjadikan Natuna sebagai kawasan ekonomi khusus di bidang kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Natuna juga berharap agar aktivitas ekspor ikan laut hasil budidaya dapat terus berkelanjutan. Selain itu tetap harus memperhatikan protokol atau Standar Operasional Prosedur Pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan.

“Aktivitas ekspor ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Natuna di tengah pandemi ini, apalagi sebentar lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, tentu ini momen sangat pas sekali,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *