DPR: Cabai China Berbakteri, Upaya Perang Biologi

Pemusnahan barang pertanian berbahaya oleh pihak karantina tanaman (dok. kementerian pertanian)
Pemusnahan barang pertanian berbahaya oleh pihak karantina tanaman (dok. kementerian pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin mengatakan, penemuan tanaman cabai asal China yang ditanam WN China yang menyalahgunakan paspor kunjungan wisata untuk bekerja di perkebunan di Kabupaten Bogor menjadi peringatan bagi pemerintah untuk semakin memperketat sistem kekarantinaan. Lolosnya cabai mengandung bakteri berbahay itu, kata dia, bisa merupakan bentuk perang biologis yang dilancarkan asing kepada Indonesia.

Tujuannya adalah mematikan perekonomian Indonesia. “Cabai tersebut mengandung bakteri berbahaya yang mengancam kelangsungan tanaman pangan lokal,” kata Akmal dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (14/12).

Karena itu, dalam pembahasan Undang-Undang Karantina, DPR dan pemerintah harus memuat pasal-pasal pertahanan negara yang sangat kuat. Sebab bila pertahanan karantina ini lemah, sama saja membuka peluang negara ini dihancurkan dengan mudah oleh negara lain dengan cara perang biologis yang dampak kerusakan terhadap negara sangat mengerikan.

“Aksi warga asing yang menanam cabai dengan melibatkan bakteri Erwinia chrysanthemi merupakan bentuk tindakan bioterorism. Sebab jenis bakteri ini belum ada di Indonesia. Jika ini menyebar ke seluruh negeri, maka akan membawa bencana fatal, karena negara kita belum mampu mengendalikannya kecuali dengan cara pemusnahan,” tegas Akmal.

Ia juga menyampaikan, perang ekonomi melalui perang biologis tanaman pangan saat ini meskipun samar, namun sudah mulai terlihat antara Amerika dan Eropa. Isu transgenik sangat gamblang dilancarkan negara-negara maju dunia yang berawal pada isu kesehatan yang kemudian berdampak pada perang ekonomi. Indonesia sebagai produsen pangan yang sekaligus konsumen bibit merupakan negara yang secara langsung terdampak.

Dengan adanya cabai yang ditanam langsung di Indonesia oleh warga asing ini sudah merupakan kegiatan secara terbuka hendak menghancurkan tatanan masyarakat Indonesia melalui perang biolagis. Kronolgis kerusakan yang akan ditimbulkan adalah berawal dari musnahnya tanaman pangan lokal tanpa mengetahui bagaimana cara mengatasi.

“Sudah saatnya negara ini memperkuat komisi pengawas keanekaragaman hayati dan serius membentuk Badan Karantina Nasional yang mampu mengakses bea cukai. Segala pengamanan berlapis harus sudah mulai diterapkan. Ini merupakan peringatan keras bagi negara ini. Karantina, imigrasi dan pengawas transgenik saling sinergis berlapis mengamankan serangan biologis yang sudah mulai dilancarkan negara luar kepada Indonesia,” tegas Akmal.

Ikuti informasi terkait cabai China >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *